Berita

Lukman Hakim Saifuddin/Net

Politik

Melanggar HAM, Jokowi Harus Pecat Menteri Agama

SABTU, 26 MEI 2018 | 19:58 WIB | LAPORAN:

. Presiden Joko Widodo didesak mencopot Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Menteri Lukman dianggap telah melanggar hak asasi manusia atas langkahnya mengeluarkan 200 nama penceramah yang direkomendasikan Kemenag.

"Pak Presiden harus cepat mengambil sikap dan tindakan untuk mencopot atau memecat menteri agama Lukman Hakim Saifuddin dari jabatannya," kata Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Ali Lubis melalui pesan elektronik yang dipancarluaskannya, Sabtu (26/5).

Dia mengatakan Lukman Hakim Saifuddin patut diduga telah melakukan pelanggaran HAM karena melakukan perbuatan diskriminasi terhadap ulama atau mubaligh lain yang tidak termasuk dalam daftar rekomendasi Kemenag tersebut.


Masalah perlakuan diskriminatif, kata Ali Lubis sudah jelas diatur dalam konstitusi. Pasal 28 I ayat 2 UUD 1945 menyatakan bahwa "Setiap orang bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif." Selain itu juga diatur di dalam UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dalam Pasal 3 ayat 1,2 dan 3.

"Maka berdasarkan ketentuan perundanga-undangan, Kemenag RI harus mencabut rekomendasi tersebut. Selain karena bersifat diskriminatif, rekomendasi tersebut juga dapat menyebabkan perpecahan antar ulama atau mubalig dan umat Islam," katanya.

Rekomendasi mubaligh dikeluarkan Kemenag dengan berpedoman pada tiga kriteria, yaitu mempunyai keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik dan memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi. Dengan demikian, kata Ali Lubis, Kemenag mengartikan hanya 200 ulama atau mubalig saja yang masuk kriteria, sementara yang lain tidak termasuk.

"Sangat dikhawatirkan akan timbul sebuah persepsi atau penilaian dari masyarakat bahwasanya ulama atau mubaligh yang tidak masuk kedalam rekomendasi Kemenag bersifat tidak baik atau berbahaya serta tidak cinta terhadap NKRI. Presiden Jokowi harus bersikap, jangan sampai terjadi kecenderungan terbelahnya cara pandang masyarakat sehingga menyebabkan sikap yang antipati terhadap pemerintahan," tukas Ali Lubis.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya