Berita

Foto: Ist

Politik

Demokrat Pamer Kaos #2019PemimpinMuda Di Gedung Dewan

JUMAT, 25 MEI 2018 | 22:40 WIB | LAPORAN:

Partai Demokrat terus berupaya untuk memviralkan hastag #2019PemimpinMuda.

Wakil Sekertaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Putu Supadma Rudana bahkan memamerkan kaos #2019PemimpinMuda di depan ruang sidang paripurna DPR RI, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jumat (25/5).

Anggota dewan dari daerah pemilihan (Dapil) Bali ini menjelaskan, saat ini Indonesia membutuhkan pemimpin muda untuk bangkit dari keterpurukan. Pemimpin yang berjiwa muda dan mengerti perubahan akan membawa Indonesia lebih baik.


"Kami (Demokrat), saya liat kepemimpinan Indonesia ke depan kriterianya dikalangan milenial, karena 52 persen di masyarakat Indonesia bahkan lebih," katanya.

#2019PemimpinMuda sebenarnya muncul belakangan setelah perang hastag antara koalisi Partai Gerindra-PKS memunculkan #2019GantiPresiden dan koalisi partai pendukung Jokowi yang memunculkan #2019TetapJokowi.

"Kita secara maksimal ingin berikan solusi bahwa kita akan memberikan calon pemimpin muda," ujarnya.

Hal itu sesuai dengan hasil Rapimnas Partai Demokrat di Sentul, Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu. Semua kader merepresentasikan putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk dapat memberikan kontribusi dalam membangun bangsa ini dan mengabdi bagi bangsa dan negara.

Diakuinya, figur pemimpin muda acap kali dibenturkan dengan minimnya pengalaman. Namun, kepemimpinan muda saat ini tengah menjadi tren di beberapa negara seperti Kanada, Perancis, Selandia Baru, dan Austria yang perdana menterinya baru berusia 31 tahun.

"Kalau melihat kedewasaan orang dari sisi umur, kayanya kurang tepat. Tetapi, dalam membangun bangsa perlunya adanya team work bersama, jadi tidak mungkin satu orang (pemimpin) senior, muda atau tua paham semuanya, membangun bangsa memerlukan sinergi dan kebersamaan," demikian Putu. [nes]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya