Berita

Jokowi-Prabowo/Net

Politik

PILPRES 2019

Sangat Mungkin Poros Ketiga Lahir Dari Rahim Istana

JUMAT, 25 MEI 2018 | 20:58 WIB | LAPORAN:

Poros ketiga pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di luar Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto sangat mungkin terbentuk. Bahkan bukan tidak mungkin poros ketiga justru lahir dari rahim Istana.


"Partai-partai di luar PDIP dan Golkar yang tergabung dalam pemerintah masih memungkinkan membentuk poros baru di luar koalisi Prabowo dan Jokowi," kata Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman melalui pesan elektronik kepada redaksi, Jumat (25/5).

Selama belum mendaftarkan Jokowi secara resmi ke KPU, kata dia, segala kemungkinan masih bisa terjadi, termasuk pecah kongsi diantara partai pendukung Jokowi. Pemantik perpecahan adalah akibat terlalu dominanya Golkar dalam pemerintahan Jokowi-JK.

Dominasi Golkar, kata Jajat, buah dari sikap Jokowi yang terus memanjakan beringin dengan menempatkan para kadernya dalam berbagai posisi di pemerintahan. Terbaru, Jokowi menunjuk Ali Mochtar Ngabalin menjadi tanaga ahli utama.
Dominasi Golkar, kata Jajat, buah dari sikap Jokowi yang terus memanjakan beringin dengan menempatkan para kadernya dalam berbagai posisi di pemerintahan. Terbaru, Jokowi menunjuk Ali Mochtar Ngabalin menjadi tanaga ahli utama.

"Ini seperti sedang membuat api dalam sekam. Sebagai partai yang baru bergabung dengan pemerintah, bukan tidak mungkin posisi Golkar ini akan memicu perpecahan dalam koalisi partai politik pendukung pemerintah," katanya.

Sejak bergabung dengan pemerintah, kata dia, Golkar satu-satunya partai yang diberikan karpet merah. Secara kekuatan politik merupakan hal yang wajar mengingat Golkar merupakan partai kedua pemenang pemilu setelah PDIP, namun tanpa disadari sikap Jokowi tersebut secara tidak langsung mengikis kekuatan partai pendukungnya yang lain.

"Kunci dari semua ini adalah Jokowi. Jika terus menunjukan sikap tidak berimbang dalam pembagian kue kekuasaan yang tidak proporsional, saya kira munculnya poros ketiga dari koalisi Istana bukan hal yang mustahil," tutup Jajat.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya