Berita

Foto/Net

Bisnis

Industri Hotel Sudah Jatuh Ketimpa Tangga

Bisnis Lesu & Ada Teror Bom
SABTU, 19 MEI 2018 | 11:18 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sungguh kasihan nasib industri hotel nasional. Se­lain bisnisnya yang sedang lesu, industri ini juga kena dampak teror bom. Sebab, be­berapa negara mengeluarkan peringatan kepada warganya agar tidak ke Indonesia dulu. Akibatnya sektor pariwisata turun. Industri hotel sudah jatuh ketiban tangga.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani meminta pemerintah segera menyele­saikan aksi teror ini hingga ke akarnya sebelum peringatan (travel advice) itu naik men­jadi larangan (travel banned). Jika terus seperti ini, industri pariwisata terancam kehilangan pelancong dan industri hotel akan kena efeknya juga.

"Kita berharap segera ter­ungkap dalangnya, jaringan­nya, dan ini harus dituntaskan. Di pengadilan juga harus divonis setimpal dengan per­buatan yang dilakukan," pin­tanya kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.


Untuk diketahui, rentetan teror yang terjadi di Indone­sia mengakibatkan 14 negara mengeluarkan travel advice. Di antaranya Swiss, Filipina, Brazil, Perancis, Kanada, Irlandia, Polandia, Malaysia, Singapura, Selandia Baru, Hongkong, Australia, Amer­ika, dan Inggris.

Menurut dia, sampai saat ini industri pariwisata be­lum begitu terdampak dari serangkaian aksi terorisme. Sebab masalah yang terjadi di sektor pariwisata lebih kepada pemerintah negara asal para pelancong.

"Kalau mereka ngeluarin travel ban, kita pasrah, nggak bisa ngapa-ngapain lagi. Selama nggak ada travel ban oke-oke saja, dan mudah-mudahan ng­gak ada," ungkap Hariyadi.

Dia berharap pemerintah bertindak cepat agar travel advice dari berbagai negara tidak naik menjadi larangan. Dengan travel ban, tidak ada lagi warga negara asing yang berwisata ke Indonesia. Sehingga jumlah wisatawan berkurang, dan target yang dibuat Kementerian Pari­wisata pun gagal.

Terkait iklim investasi, tidak ada masalah. Dia bah­kan sempat berbincang den­gan kolega dari luar negeri terkait iklim investasi dan perekonomian Indonesia.

"Saya bertemu delegasi Amerika, teman-teman men­ganggap Indonesia relatif ama. Ini adalah risiko yang bisa terjadi di mana saja, bahkan di Amerika sendiri. Namanya teroris, apa saja bisa dilakukan," cetusnya.

Sebab itu, dia meminta revisi Undang-Undang Ter­orisme segera disahkan. Presiden bahkan akan mener­bitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) jika sampai Juni Undang-Undang Terorisme belum rampung.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan, sektor pariwisata belum terpapar dampak negatif aksi teror. "Jadi kalau travel advise secara statistik belum banyak mem­pengaruhi, karena itu memang kewajiban bagi negara itu untuk mengingatkan agar tidak datang ke daerah tertentu di sebuah negara," katanya.

Arief menjelaskan, travel advice yang dikeluarkan be­berapa negara hanya ditujukan ke Surabaya. Beda halnya jika yang dikeluarkan travel banned yang memang ditujukan kepada warga negara untuk tidak beper­gian ke Indonesia.

"Contohlah, kalau mau terus terang, yang datang ke Sura­baya juga nggak sampai sekian persen, gitu ya. Jadi masih banyak destinasi lain yang bisa dikunjungi," cetusnya.  ***

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya