Berita

Jaya Suprana/RMOL

Jaya Suprana

Sebaiknya Jangan Pukul Rata

JUMAT, 18 MEI 2018 | 11:03 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MEMANG terberitakan bahwa Adolf Hitler memerintahkan pembantaian terhadap jutaan kaum Yahudi. Namun sebaiknya jangan pukul rata sehingga secara membabibutatuli menghakimi bahwa semua orang Jerman adalah pembantai kaum Yahudi.

Irlandia
Memang terberitakan bahwa warga Irlandia melakukan terorisme terhadap kerajaan Inggris. Namun sebaiknya jangan pukul rata sehingga secara membabibutatuli menghakimi bahwa semua orang Irlandia adalah kaum teroris.

Yahudi

Yahudi
Memang terberitakan bahwa aparat keamanan Israel membinasakan 55 warga Palestina yang melakukan unjuk protes terhadap pemindahan gedung kedubes USA dari Tel Aviv ke Jerusalem. Namun sebaiknya jangan pukul rata sehingga  secara membabibutatuli menghakimi bahwa semua orang Yahudi setuju terhadap penindasan terhadap rakyat Palestina.

Mafia
Memang terberitakan antara lain akibat novel “Godfather” bahwa ada warga Sisilia adalah pendiri dan pelaku mafia di Italia sampai ke daratan Amerika Serikat. Namun sebaiknya jangan pukul rata sehingga secara membabibutatuli menghakimi semua orang Sisilia adalah mafiosi.

Koruptor
Memang terberitakan bahwa ada warga keturunan China adalah koruptor sama halnya ada anggota DPR dan kepala daerah adalah koruptor. Namun sebaiknya jangan pukul rata sehingga secara membabibutatuli menghakimi semua warga keturunan China, semua anggota DPR dan semua kepala daerah adalah koruptor.

ISIS
Memang terberitakan bahwa apa yang disebut ISIS bukan cuma mendambakan namun juga ingin memaksakan Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi negara Islam. Namun sebaiknya jangan pukul rata sehingga secara membabibutatuli menghakimi bahwa semua umat Islam hukumnya wajib bukan cuma mendambakan namun juga ingin memaksakan NKRI menjadi negara Islam.

Ibu
Memang terberitakan bahwa seorang Ibu telah tega hati mengajak dua anaknya melakukan terorisme bom bunuh diri pada peristiwa Tragedi 13 Mei 2018 di Surabaya. Namun sebaiknya jangan pukul rata sehingga secara membabibutatuli menghakimi bahwa semua Ibu adalah pelaku terorisme bom bunuh diri. [***]


Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan



Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya