Berita

Foto: Net

Dunia

Ini Yang Membuat Korea Utara Berubah Sikap

KAMIS, 17 MEI 2018 | 18:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara membatalkan pertemuan pejabat tinggi negara itu dengan pejabat tinggi Republik Korea atau Korea Selatan yang dijadwalkan hari Rabu kemarin (16/5).

Selain itu, Korea Utara juga sudah kehilangan selera untuk menggelar pertemuan antara Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un dengan Presiden AS Donald Trump.  

Perubahan sikap Korut untuk sementara itu, dipicu oleh keputusan Korsel melanjutkan latihan perang bersama AS.


Latihan bersama dengan skala besar yang diberi nama Max Thunder 2018 itu dipandang Korut sebagai preemptive strike.

Bagi Korut, kehadiran tentara AS di perbatasan, apalagi dalam bentuk latihan militer bersama adalah sinyal keinginan negara itu menginvasi Korut.

Latihan Max Thunder 2018 melibatkan lebih dari 100 pesawat AS termasuk pesawat pengebom nuklir B-52 dan pesawat tempur anti radar F-22 Raptor.

Latihan digelar dari tanggal 11 Mei hingg 25 Mei mendatang di bawah supervisi pangkalan militer AS di Korsel.

Opini yang berkembang di Korut dan di tengah masyarakat internasional mengatakan bahwa latihan dalam skala besar itu memperlihatkan keinginan AS untuk terus mempertahankan sikap bermusuhan mereka terhadap Korut dengan memberikan tekanan maksimal dan sanksi melawan Korut.

Dalam keterangan kantor berita KCNA yang diterima redaksi, pemerintah Korut mengatakan, latihan militer skala besar itu merupakan tantangan terhadap Deklarasi Panmunjom yang baru ditandatangani oleh kedua pemimpin negara.

"Pihak utara dan selatan Korea dengan tulus menyatakan di dalam deklarasi itu bahwa era perdamaian baru telah tiba dan mencapai kesepakatan untuk bersama-sama memadamkan ketegangan militer dan secara substansial menghapuskan ancaman perang di Semenanjung Korea," tulis keterangan

KCNA juga mengatakan ada batas bagi mereka untuk memperlihatkan niat baik dan menawarkan peluang.

"Deklarasi Panmunjom tidak bisa dilaksanakan oleh hanya satu pihak. Ia hanya dapat berbuah apabila kedua belah pihak mau menciptakan suasana dan iklim yang memungkinkan," demikian KCNA. [dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya