Berita

Foto:RMOL

Olahraga

PUPR Sudah Siapkan Venue Parkir Asian Games

SELASA, 15 MEI 2018 | 15:20 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

. Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Sri Hartoyo mengatakan Kementerian PUPR saat ini dalam tahap penyempurnaan fasilitas parkir untuk Asian Games 2018.

"Terkait transportasi kita sudah sediakan venue parkir," ujar Sri Hartoyo dalam Global Forum Asian Games 2018 Harian Rakyat Merdeka-Inasgoc, di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Selasa(15/5).

Fasilitas parkir tersebut disediakan di empat titik utama di sekitar daerah Kemayoran, Wisma Atlet dan GBK.


"Untuk fasilitas parkir kita sudah sediakan di Kemayoran Blok C3 seluas kira-kira 3 hektar mampu menampung 190 bus, 186 mobil, dan 33 minibus," paparnya

Titik lainnya yang masih di sekitar Kemayoran juga disediakan fasilitas parkir seluas 0,6 hektar.

"Selanjutnya di Kemayoran Blok B8 seluas 0,6 hektar mampu menampung 112 mobil dan 29 bus," tambahnya.

Namun untuk di Komplek Wisma Atlet sendiri tidak disediakan lahan parkir melainkan Transport Mall terbatas untuk drop off wisma atlet saja.

"Selanjutnya di Komplek Wisma Atlet di Kemayoran Blok B10 ini tidak disediakan tempat parkir tetapi itu ada fasilitas Transport Mall, artinya hanya untuk drop off saja, bis bisa menurunkan dan membawa penumpang wisma atlet di B10," jelasnya.

Dan di GBK sendiri, Kementerian PUPR masih dalam tahap pembangunan gedung parkir dua lantai untuk sekitar 3.500 secara keseluruhan.

"Di GBK sendiri akan disediakan fasilitas parkir sebanyak 3.000 mobil terdiri dari dua gedung parkir yang masih kita bangun masih dalam tahap penyelesaian dan di luar itu juga masih bisa menampung 500 mobil," paparnya.

Kementerian PUPR juga menyediakan fasilitas tambahan berupa CCTV untuk komplek GBK nanti sebanyak 500 unit.

"Untuk kelengkapan venue juga akan dipasang CCTV di komplek GBK ini sebanyak 500 unit CCTV, 70 di Stadion Utama GBK, 150 unit di kawasan komplek GBK, dan sekitar 280 unit terbagi di berbagai venue," paparnya.

"Yang jelas semua pembangunan venue akan diselesaikan selambat-lambatnya akhir Juni 2018, untuk progres paling rendah untuk saat ini sekitar 40 persen, terkait material, pekerja, dan peralatan sudah siap, dan barang-barang impor sudah masuk pelabuhan semua," tutup Sri Hartoyo menambahkan. [rus]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

TNI AU Bersama RCAF Kupas Konsep Keselamatan Penerbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 02:04

Jokowi Dianggap Justru Bikin Pengaruh Buruk Bagi PSI

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:45

Besok Jumat Pandji Diperiksa Polisi soal Materi Mens Rea

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:28

Penguatan Bawaslu dan KPU Mendesak untuk Pemilu 2029

Rabu, 04 Februari 2026 | 01:17

Musorprov Ke-XIII KONI DKI Diharapkan Berjalan Tertib dan Lancar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:56

Polisi Tetapkan Empat Tersangka Penganiaya Banser, Termasuk Habib Bahar

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:41

DPR Minta KKP Bantu VMS ke Nelayan Demi Genjot PNBP

Rabu, 04 Februari 2026 | 00:17

Kejagung Harus Usut Tuntas Tipihut Era Siti Nurbaya

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:49

Begini Alur Terbitnya Red Notice Riza Chalid dari Interpol

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:25

Penerapan Notaris Siber Tak Optimal Gegara Terganjal Regulasi

Selasa, 03 Februari 2026 | 23:11

Selengkapnya