Berita

Ali Fauzi/Net

Wawancara

WAWANCARA

Ali Fauzi: Mereka Bisa Saja Kombinasikan Target Lama Dan Target Baru...

SELASA, 15 MEI 2018 | 10:44 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Aksi teroris Surabaya yang melibatkan istri dan anak-anaknya bikin kaget dan miris semua pihak. Termasuk, Ali Fauzi. Bekas pentolan Jamaah Islamiyah (JI) ini heran, kenapa eksekusi aksi terorisme kini melibatkan perempuan dan anak-anak.

Kepada Rakyat Merdeka, adik kandung terpidana mati kasus terorisme Amrozi ini, memberikan analisis motif dan strategi aksi teroris yang secara beruntun menyerang Surabaya. Berikut petikannya:

Aksi teroris beralih dilakukan anak dan istri… Ini baru atau memang dari dulu sudah masuk bagian dari strategi?
Ini yang pertama terjadi di Indonesia dimana aksi teroris menggunakan media perempuan. Memang, kalau di luar, sudah biasa. Bahkan, perempuan dipilih menjadi pelatih. Contoh, di Iraq, Syiria, Afghanistan, itu sudah biasa kita lihat perempuan melatih nembak, merakit bom, dan lain-lain.

Ini yang pertama terjadi di Indonesia dimana aksi teroris menggunakan media perempuan. Memang, kalau di luar, sudah biasa. Bahkan, perempuan dipilih menjadi pelatih. Contoh, di Iraq, Syiria, Afghanistan, itu sudah biasa kita lihat perempuan melatih nembak, merakit bom, dan lain-lain.

Apa di sana juga sama, aksi teror selalu melibatkan anak-anak?

Kalau melibatkan anak, tidak ada.

Lalu, apa yang mendorong para teroris di sini sekarang melibatkan istri dan anak-anaknya?
Mereka sudah berjamaah dalam pikiran dan aksi. Di internal mereka, sudah tidak ada lagi perdebatan.

Ada yang bilang, sekeluarga ikut aksi teror agar bersama-sama masuk surga, apa benar ada doktrin seperti itu?
Ya, ada. Itu ideologi mereka seperti itu.

Kalau di masa Anda, apa ada strategi menggunakan istri dan anak dalam aksi teror?
Oh, Ndak ada. Perempuan dan anak tak boleh jadi media eksekutor.

Selain membawa istri dan anak, aksi teror kali ini beruntun. Apa di zaman Anda pernah seperti itu?
Kalau serangan beruntun, bukan baru. Dulu, pernah. Tahun 2000-an ada serangan parallel 9 kota di Indonesa, di Pekanbaru, Jakarta, Batam, Mojokerto, dan lain-lain.

Soal target aksi teror. Kenapa aksi teror yang dipilih gereja? Bukankah selama ini target-target tempat ibadah sudah jarang dipilih teroris?

Tahun 2010 sampai 2018 yang disasar memang Polisi, tidak ada tempat ibadah. Tapi, dua hari ini aksi kembali lagi seperti itu.

Sebelumnya, ada aksi di Mako Brimob. Apa ini berkaitan?
Bisa saja mereka melakukan kombinasi taget lama dan target baru. Hari pertama terjadi di Mako Brimob. Hari kedua di tempat ibadah. Hari ketiga kan ke kantor Polisi. Jadi, ini bisa saja target kombinasi.

Ada isu, akan ada aksi beruntun di seluruh provinsi. Anda meyakini hal ini?
Ah, itu gertak saja.

Apa saran Anda ke Polisi mengatasi aksi teroris yang mulai kumat ini?
Tentu, sebagai garda terdepan, Polri jangan sampai kalah. Harus terus bersemangat melakukan penindakan.

Apa perlu TNI ikut dilibatkan?

Gak perlu TNI. Polri saja. Masyarakat harus beri kepercayaan ke Polri melakukan penindakan-penindakan. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya