Berita

Moeldoko/RMOL

Pertahanan

Moeldoko: Intelijen Tidak Kecolongan, Tapi Teroris Punya Modus Baru

SENIN, 14 MEI 2018 | 12:42 WIB | LAPORAN:

. Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko membantah bahwa pihak intelijen dalam hal ini Badan Intelijen Negara (BIN), dan intelijen dari kepolisian dan TNI kecolongan dengan adanya serangkaian teror di beberapa daerah.

Pasalnya menurut dia, selama ini, pihak aparat keamanan sudah mengetahui akan adanya ancaman tersebut.

"Sebenarnya tidak kecolongan. Prosedur telah dijalankan," katanya saat ditemui di Menara 165, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (14/5).


Hanya saja, pada prakteknya, pelaku yang menggunakan kendaraan roda dua sedikit menyulitkan aparat keamanan untuk mengamankan situasi karena pergerakannya begitu cepat.

"Pada saat orang naik motor ya kita tidak bisa cek itu di situasi itu, kan begitu cepat di jalan. Orang naik motor tahu-tahu begitu mendekat meledak. Ini emang tidak mudah bagi mereka yang menggunakan motor ataupun mobil, itu persoalannya," jelasnya.

Intinya, lanjut mantan Panglima TNI ini, semua pihak, terlebih aparat keamanan haruslah waspada atas segala bentuk ancaman yang akan dihadapi. Sebab, tidak jarang para teroris selalu membuat modus baru dalam setiap aksinya.

"Intinya semuanya sudah aware, sudah waspada dengan situasi yang terjadi saat ini. Tapi modus-modus yang mereka (teroris) kembangkan itulah yang membatasi mereka (polisi). Langkah preventif jadi tidak bisa berjalan baik, karena modus yang mereka jalankan itulah. Sehingga seolah-olah kita enggak siaga. Enggak, kita udah waspadai. Tapi lihat di video tadi begitu datang sudah jeger gitu," urainya. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya