Berita

Presiden BLCI Liona Nanang Supriatna/Net

Politik

Masyarakat Jangan Ikut Sebarkan Hoax Bom Surabaya

MINGGU, 13 MEI 2018 | 13:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah serta aparat penegak hukum harus bertindak tegas memberantas para pelaku dan jaringan terorisme sampai ke akar- akarnya.

Begitu bunyi pernyataan sikap Bandung Lawyers Club Indonesia (BLCI)  yang mengutuk keras aksi keji dan tidak beradab yang terjadi di tiga gereja di Surabaya pada hari Minggu (13/5) pagi.

Sebagai langkah penanggulangan kasus tersebut, BLCI mendesak DPR RI untuk segera merampungkan revisi UU Terorisme, sehingga dapat segera diberlakukan di Indonesia.


Selain itu, Presiden BLCI Liona Nanang Supriatna meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kerja sama dengan pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memerangi terorisme.

Caranya, dengan mewaspadai, mendeteksi, mengantisipasi sedini mungkin aktivitas terorisme yang ingin menghancurkan pluralisme dan mengubah dasar negara, Pancasila, UUD RI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI

“Apabila ada indikasi kahadiran kelompok- kelompok asing yang tidak dikenal, masyarakat diimbau segera melaporkan ke pihak berwajib,” ujarnya sebagaimana keterangan tertulis yang diterima redaksi.

BLCI, kata Nanang, juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut terhadap gerakan para teroris serta tidak mudah termakan informasi bohong (hoax) terkait terorisme.

Masyarakat, sambung Nanang, juga diminta untuk tidak ikut menyebarluaskan atau mempublikasikan hoax yang justru dapat mempertebal ketakutan publik, sekaligus menjadi sumber yang baik bagi teroris untuk memetakan keadaan masyakarat untuk melancarkan aksi teror selanjutnya.

"Sebab, ketika masyarakat takut dan panik maka salah satu tujuan terorisme terwujud," jelasnya. [ian]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya