Berita

Surya Paloh/Net

Politik

Surya Paloh: Bom Surabaya Bukan Kecolongan, Tapi Kelalaian!

MINGGU, 13 MEI 2018 | 11:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Duka atas insiden ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5) terus mengalir.

Duka mendalam atas peritiwa yang sejauh ini telah menewaskan 9 orang dan 40 lainnya mengalami luka-luka, juga disampaikan  Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

"Saya berduka, saya sedih, saya kecewa. Tiga hal ini yang ada dalam diri saya hari ini," tegas Surya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/5).


Selain mengutuk dan mengecam keras aksi tersebut, Surya juga meminta pemerintah untuk bisa menciptakan stabilitas dan memberikan keyakinan kepada masyarakat untuk menciptakan keamanan di negeri ini.

Kata dia, sudah seharusnya negara mampu menciptakan kestabilan dari seluruh aspek. Apalagi, negara ini tengah dalam upaya mengejar ketertinggalan dari negara lain.

"Aksi teroris terjadi di negeri ini. Dan hal ini berikan gambaran ketidakmampuan aparatur penegak hukum kita, Badan Intelijen kita untuk bisa bekerja lebih keras," tegasnya.

Menurutnya, negara harus membuktikan mampu menangkal semua tindak terorisme. Dalam hal ini, semua elemen pemerintah harus bisa menjalankan tugas dan peran masing-masing, sesuai bidang yang diamanatkan.

"Sebab, kalau kita tidak mampu meng-handle bahaya teror, yang ada kekecewaan, kesedihan, bahkan ketakutan," lanjut Surya.

Lebih lanjut, dia menyebut tragedi bom tiga gereja di Surabaya merupakan bukti kelalaian besar dari aparatur penegak hukum dalam menjalankan tugasnya.

"Sekali lagi saya katakan, Presiden harus bertindak tegas kali ini, repositioning siapa saja yang perlu. Buktikan negara hadir untuk atasi itu, bisa mengatasi bahaya terorisme ini. Jelas ini bukan kecolongan, kelalaian besar ini," tegasnya. [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya