Berita

Politik

Rizal Ramli Mengamini Doa Jadi Presiden

MINGGU, 13 MEI 2018 | 00:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ekonom senior DR Rizal Ramli (RR) mengamini doa agar dirinya terpilih sebagai Presiden pada Pemilihan Presiden 2019.

"Doakan, kalau Yang Maha Kuasa mau, apa saja bisa terjadi," ujar RR Rizal saat bersilaturrahmi dengan tokoh Minang di Kota Jambi, Sabtu (12/5).

Hadir dalam acara tersebut para tokoh Minang yang ada di Provinsi Jambi antara lai dari Ikatan Keluarga Pesisir Selatan, Ikatan Keluarga Besar Bukit Tinggi, Ikatan Keluarga Kota Padang, Ikatan Keluarga Solok Selatan, Ikatan Keluarga Kota Solok, Bunda Kanduang Provinsi dan kota, Ikatan Keluarga Mahasiswa Minang, dan Ikatan Pemuda Minang.


RR mengungkapkan sumber daya Indonesia sangat melimpah tetapi 40 persen rakyatnya sangat miskin.

"Inilah alasan kenapa saya memutuskan maju jadi presiden," imbuh mantan penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa Bangsa itu.

RR berjanji akan menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 10 persen dalam 5 tahun jika nanti menjadi presiden. Dia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi 10 persen akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat dan sektor usaha, serta menurunkan tingkat pengangguran.

"Jepang bisa 12 persen selama 20 tahun. China bisa 12 persen selama 25 tahun, kita juga harus bisa. Kalau itu kita lakukan, pendapatan rakyat naik dari 4.000 jadi 7.500 dolar," papar dia.

Selain itu, Menko Ekuin era pemerintahan Abdurrahman Wahid dan  Menko Maritim era pemerintahan Jokowi ini sudah menyusun rencana kerja jika nanti terpilih sebagai presiden. Diantaranya mengirimkan orang-orang berengsek yang menghancuran bangsa dan negara ke pulau yang banyak nyamuk malaria.

"Kami akan buang ke pulau malaria, pulau di selatan Kalimantan. Ini sebagai shock therapy," katanya.

RR mengatakan untuk membasmi orang berengsek harus tetap dipikirkan hak asasi manusia (HAM). Jika orang berengsek yang dibuang ke Pulau Malaria meninggal maka dirinya tak akan disebut sebagai pelanggar HAM.

"Kami tidak ingin mengikuti presiden Filipina. Yang bandel, raja narkoba, ditembak mati. Itu melanggar hak asasi manusia. Tapi kami kirimkan 100 orang paling berengsek ke Pulau Malaria. Jadi seandainya mereka sakit kena malaria, terus meninggal, yang melanggar hak asasi manusia bukan Rizal Ramli, tapi nyamuk malaria," lanjut RR.

RR juga akan menerbitkan perppu terkait pembiayaan partai politik. Dia ingin parpol di Indonesia dibiayai negara.

Mantan Menteri Keuangan itu berpandangan keleluasaan yang diberikan negara kepada parpol untuk mencari uang sendiri tidak relevan dan malah menimbulkan praktik korupsi. Mereka menjadikan APBN dan APBD sebagai bancakan.

"Kita tinggalkan gaya Amerika, partai politik nyari duit sendiri. Di Amerika orang kaya banyak, bisnis banyak. Mereka nyumbang. Tapi di kita nggak ada duit. Kita ikuti sistem Eropa, partai politik seluruhnya dibiayai negara. Jadi partai fokus mencetak kader bagus. Bukan korupsi," tukas Rizal Ramli yang dipanggil Gus Romli oleh kalangan nahdliyyin.[dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya