Berita

Ilustrasi:Net

Pertahanan

Sebanyak 57 Orang Diduga Jaringan Teroris Masuk Ke Jakarta

SABTU, 12 MEI 2018 | 12:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Polri perlu mencermati masuknya 57 orang yang diduga sebagai jaringan teroris dari enam daerah ke Ibukota Jakarta pasca kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Data yang diperoleh Indonesian Police Watch (IPW), sejak Jumat (11/5) pukul 20.00 WIB, jaringan teroris ini sudah berada di Jakarta.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, 57 orang yang diduga sebagai jaringan teroris itu datang dari berbagai daerah. Misalnya, dari kelompok Pekanbaru pimpinan Boy berjumlah 10 orang.


"Mereka jalan darat dan sempat mampir di Lampung sebelum menyeberang ke Banten," kata Neta dalam keterangannya, Sabtu (12/5).

Kelompok Tegal ada tiga orang. Kelompok Karawang pimpinan Abu Sayyaf ada enam orang dengan mengendarai sepeda motor.

Kelompok Cirebon terbagi dua. Pimpinan Heru Komarudin ada tujuh orang dan datang dengan menyewa mobil rental dan langsung membuka posko di Depok. Kelompok kedua, kelompok Suki tidak terlacak karena menghilang.

Selanjutnya, kelompok Indramayu pimpinan Sutomo ada tujuh orang. Kelompok Tasikmalaya juga terbagi dua. Pimpinan Rido ada 10 orang dan tiba di Jakarta dengan tiga mobil. Sedangkan pimpinan Ade Cawe ada lima orang dan datang dengan tiga sepeda motor.

"Namun kelompok Ade Cawe ini sudah berhasil diciduk polisi. Satu tewas ditembak polisi dan tiga ditangkap, termasuk Ade Cawe. Sedangkan satu lagi berhasil kabur," terang Neta. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya