Berita

Mahfud MD/Net

Politik

Mahfud MD Tidak Pas Dampingi Jokowi

JUMAT, 11 MEI 2018 | 22:31 WIB | LAPORAN:

Ada sekitar tujuh kriteria calon wakil presiden (cawapres) pendamping petahana Presiden Joko Widodo di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.
 
Begitu dikatakan ekonom Ichsanuddin Noorsy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/5).

Pertama, Jokowi harus mencari Cawapres yang diterima oleh kalangan Islam, baik dari moderat maupun kalangan Islam garis keras.


"Kriteria kedua harus mampu memajukan perekonomian, karena situasi perekonomian yang makin lama makin tak menentu,” sambungnya.

Ketiga, lanjut Noorsy, pendamping Jokowi juga harus mampu mengendalikan partai-partai yang ada di DPR dan bertindak sebagai negarawan.

"Sekarang sedang defisit negarawan, Jokowi harus mencari tokoh negarawan,” tuturnya.

Keempat, lanjut Noorsy, cawapres Jokowi harus bisa merangkul kaum minoritas.  Selanjutnya, Cawapres Jokowi tidak boleh menjadi boneka negara manapun.

"Dia tidak boleh menjadi kepentingan perpanjangan tangan negara manapun," tambahnya.

Kriteria keenam, lanjut dia, Cawapres Jokowi harus bisa memajukan Indonesia dari segi pendidikan guna peningkatan kualitas SDM Indonesia.

"Ketujuh, Cawapres Jokowi harus mampu mengangkat keterpurukan Indonesia dari segi sosial, ekonomi dan politik."

Soal nama Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD atau Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang belakangan ikut disorot menjadi Cawapres Jokowi, Noorsy menepisnya.

"Cak Imin diterima di kalangan agama tertentu, apakah Mahfud MD diterima kalangan agama tertentu, kan enggak,” jelasnya.

Noorsy juga menilai sikap Mantan Ketua MK tersebut saat mengomentari dua orang bocah yang tewas saat antre sembako di Monas.

"Soal intimidasi di Car Free Day dinilai sudah tidak memperoleh simpati masyarakat luas," tambahnya. [sam]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya