Berita

Foto: RMOL

Politik

SARA Dalam Pilkada Muncul Karena Keterbatasan Kandidat

JUMAT, 11 MEI 2018 | 19:37 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Potensi munculnya pasar politik suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) dalam kontestasi Pilkada adalah karena keterbatasan sumber daya kandidat.

Begitu dikatakan Gerakan Perjuangan Anti Diskriminasi (GANDI), Chusdarmawan Hidayat dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat (Jumat, 11/5).

"Keterbatasan sumber daya di sini ada dua yaitu kapital dan skill politik dari kandidat,” ujarnya.


Menurut Chus, keterbatasan sumber daya modal dari kandidat yang biasanya dimainkan oleh pemodal di belakangnya tidak terlalu mempengaruhi adanya politisasi SARA.

Namun, jika keterbatasan skill politik yang jauh antar kandidat, sangat mungkin memainkan banyak faktor salah satunya adalah politisasi SARA.

"Skill politik di sini kemampuan komunikasi untuk mempengaruhi masyarakat lemah, biasanya kandidat atau supporter-nya mempolitisasi isu SARA,” jelas Chus.

Dia melanjutkan, SARA merupakan sesuatu yang alamiah bagi kehidupan bangsa Indonesia yang majemuk. Dan sangat sah ketika seorang kandidat memiliki program sesuai keyakinannya pada saat kampanye, namun yang tidak boleh mempolitisasi SARA itu dalam kampanyenya.

"Misalnya ada calon beragama Islam, ketika dia kampanye yang tidak pilih saya maka anti Islam, nah itu yang tidak boleh,” imbuhnya.

Beberapa daerah yang tercatat rawan SARA dalam Pilkada nanti berdasarkan pantauan GANDI antara lain Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Jawa Barat.

"Kalau kabupaten/kota kami catat yang berpotensi ada politik SARA ada 20, salah satunya Bekasi,” tandasnya. [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Adab di Atas Selebrasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:12

Belgia vs Mesir Berbagi Skor 1-1

Selasa, 16 Juni 2026 | 04:10

Pidato Bernuansa Sindiran Berpotensi Memicu Reaksi Balik Publik

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:39

Membongkar Skandal #SellIndonesia, Hebatnya Rupiah Menguat

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:19

Edura School Jawab Tantangan Guru di Era Digital

Selasa, 16 Juni 2026 | 03:03

SEI Bongkar Dampak Kebijakan Batu Bara Bahlil: Pasokan Tersendat, Listrik Alami Gangguan!

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:37

Mahfud MD: UU Polri Abaikan Komisi Reformasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:24

ART Indonesia Disiksa Mirip Samsak Tinju di Malaysia

Selasa, 16 Juni 2026 | 02:01

Kerja Prabowo Sudah Bagus, tapi Jangan Pidato Meledek Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:29

Sambut 1 Muharam Setop Saling Fitnah dan Provokasi

Selasa, 16 Juni 2026 | 01:25

Selengkapnya