Berita

Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Fahri Hamzah: Basmi Teroris Hingga Ke Akar-akarnya

JUMAT, 11 MEI 2018 | 15:51 WIB | LAPORAN:

. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya lima bhayangkara negara dalam peristiwa kerusuhan antara napi teroris dengan aparat kepolisian di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"Saya ikut berduka atas wafatnya Bhayangkara negara dalam peristiwa di Mako Brimob, dan semoga Allah SWT menerimanya di tempat terbaik," ucap Fahri Hamzah dalam keterangnnya, Jumat (11/5).

Di mata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, kelima korban jiwa yang merangang nyawa saat menangani karusuhan di Mako Brimob, adalah perwira-perwira terbaik bangsa, Bhayangkara negara tidak boleh sia-sia.


"Cukup sudah, lakukan sesuatu yang beda untuk melindungi nyawa anak bangsa. Apalagi yang sedang bertugas. Lakukan dengan niat yang mulia, bahwa satu nyawa adalah pertanda kita telah kehilangan semuanya," ucap Fahri mengingatkan.

Diakui kalau Indonesia kadang dilematis, seolah isu teroris ini tak ada habisnya. Padahal Indonesia adalah negara demokrasi terbesar di antara negara muslim.

"Makanya, kita harus bisa mengurai persoalannya hingga terungkap akarnya sampai habis. Polri perlu kepemimpinan dari Presiden," tegasnya seraya menambahkan bahwa penegakan hukum itu tidak hanya harus adil, tapi harus nampak adil.

Soal adanya ketidakadilan ini, Fahri menilai bahwa di Mako Brimob ada masalah sebelumnya. Diantaranya adalah perlakuan istimewa kepada Ahok (eks gubernur DKI). Ternyata kata Polri justru penyebabnya lebih sepele, yaitu soal makanan.

"Awalnya kita mendengar ini soal ketidakpuasan perlakuan kepada napi khususnya napi teroris, belakangan isunya menjadi pemberontakan dari dalam. Apapun, korban nyawa ini besar. Ini tidak bisa simpang siur dan harus ada kejelasan. Mustahil tak ada kesalahan," tegasnya.

Namun, lanjut anggota DPR dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, secara umum dan sudah sering dirinya mengulangi, bangsa ini memerlukan evaluasi menyeluruh proses penyelenggaraan hukum, terutama Rutan dan Pemasyarakatan.

"Terlalu banyak masalah, dan terlalu diabaikan. Setelah kejadian kita baru sadar dan menyesal," pungkas Fahri Hamzah. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya