Berita

Benny Pasaribu/Net

Politik

Waketum Hanura: Utang Pemerintahan Jokowi Warisan Pemerintahan Sebelumnya

JUMAT, 11 MEI 2018 | 15:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Wakil Ketua Umum Partai Hanura Benny Pasaribu mengatakan utang pemerintahan Presiden Jokowi saat ini sebagian besarnya berasal dari peninggalan pemerintahan sebelumnya.

"Kalau sekarang utang kita Rp 4.000 T, di zaman pemerintahan sebelum Pak Jokowi Rp 2.700 T, belum sama bunganya," kata Beny kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (11/5).

Menurut dia tidak fair apabila pemerintah saat ini dipersalahkan karena lonjakan utang yang besar. Karena besarnya utang di pemerintah sebelumnya, maka cicilan utang kadang harus dibayar juga dengan utang.


"Jadi ada prinsip pemerintah sekarang yaitu minjem duit buat bayar cicilan utang sebelumnya," beber dia.

Pria asal Sumatera Utara itu selanjutnya menegaskan justru di zaman pemerintah Jokowi, utang dipergunakan untuk sektor-sektor publik seperti jalan dan pelabuhan.

"Di zaman pemerintahan yang lalu justru terjadi kebocoran utang sebesar 30 persen, itu banyak bangun properti cuma enggak ada yang ngisi," bebernya lagi.

Sambungnya, utang di zaman Jokowi juga untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang bernuansa keadilan.

"Rasa keadilan dalam membangun infrastruktur dilakukan pemerintah, lihat saja di Papua baru masa ini dibangun," pungkas Benny. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya