Berita

Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Fahri Hamzah: Kemenangan Mahathir Bisa Merembet Ke Pilpres Indonesia

JUMAT, 11 MEI 2018 | 13:17 WIB | LAPORAN:

. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyambut baik kemenangan Mahathir Mohamad pada Pemilu Malaysia.

Dari kemenangan itu, Fahri yakin bisa merembet ke Indonesia. Artinya pada Pilpres 2019, kubu oposisi bisa meraih kemenangan, seperti yang diukir Mahathir.

"Kemenangan Mahatir peringatan keras bagi pemerintah di Indonesia agar berhati-hati membaca perasaan dan aspirasi masyarakat. Kalau tidak, gejala tumbangnya pemerintahan sudah nampak di depan mata. Jadi waspada lah," kata Fahri saat dihubungi, Jumat (11/5).


Fahri mengatakan, peristiwa politik di Malaysia itu menandakan bahwa perubahan politik di masa sekarang ini bisa berlangsung cepat.

Barisan Nasional yang sudah berkuasa di Malaysia selama 60 tahun bisa dikalahkan oleh Pakatan Harapan.

"Kekuasaan yang begitu kuat nampak begitu mengontrol jalannya negara pun bisa tumbang dalam waktu yang sangat singkat. Apalagi kalau kekuasaan belum terlalu kuat, yang keliatan centang perenang dan galau, itu akan lebih mudah untuk ditumbangkan," kata dia.

Menurut Fahri lagi, kemenangan Mahatir tersebut juga menunjukkan bahwa pilihan publik di pemilu saat ini sudah sulit diprediksi oleh lembaga survei sekalipun.

Sebab, sebelumnya sejumlah survei di Malaysia justru memprediksi Najib yang keluar sebagai pemenang.

"Hati-hati dengan perasaan publik, dengan pikiran publik yang kadang-kadang tidak bisa ditebak oleh lembaga-lembaga survei karena zaman ini zaman yang lebih dinamis. Perasaan publik itu kadang penuh misteri," kata Fahri.

Oleh karena itu, ujarnya lagi, survei yang dirilis berbagai lembaga yang memenangkan Jokowi saat ini belum tentu akan menjadi kenyataan pada Pilpres mendatang.

Apalagi, sampai saat ini juga belum terlihat siapa lawan pasti yang akan bertanding dengan Jokowi.

"Saya prediksi kita akan memiliki pemimpin baru tahun depan. Orang yang lebih mengerti perasaan masyarakat, yang akan sanggup menjurubicarai perasaan yang tidak terkatakan. Sepertinya kekuasaan yang ada sekarang ini dan koalisi pemerintah yang ada sekarang ini akan berakhir. Cukup sampai di sini," demikian Fahri Hamzah. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya