Berita

Andriansyah/Net

Wawancara

WAWANCARA

Andriansyah: Kami Belum Berani Bicara Tarif LRT, Baru Ada Coret-coretan Saja

JUMAT, 11 MEI 2018 | 08:26 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tarif Light Rail Transit alias LRT Jakarta yang mulai beroperasi Agustus mendatang masih jadi tanda tanya. Banyak pihak berharap tarif LRT dipatok murah, supaya pengendara ken­daraan pribadi mau beralih ke angkutan masal tersebut.

Lantas sebenarnya sudah sam­pai mana pembahasan tarif LRT ini? Berapa sih pantasnya tarif LRT itu dipatok? Berikut penjela­san Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andriansyah.

Kabarnya PT Jakarta Propertindo atau Jakpro ingin menerapkan tarif yang berbe­da-beda atau flexible pricing untuk tiket LRT Jakarta. Apa benar begitu?
Saya belum lihat soal itu karena sampai saat ini belum tergambarkan soal tarif itu. Hanya baru ada coret-coretan. Akan tetapi secara resmi dari PT Jakpro belum memberikan kepada kami. Artinya memang PT Jakpro dong yang harus menghitung tarifnya itu.

Saya belum lihat soal itu karena sampai saat ini belum tergambarkan soal tarif itu. Hanya baru ada coret-coretan. Akan tetapi secara resmi dari PT Jakpro belum memberikan kepada kami. Artinya memang PT Jakpro dong yang harus menghitung tarifnya itu.

Berarti saat ini pembahasan tarif LRT Jakarta masih di tangan PT Jakpro dong?
Lah iya dong, hitungannya ada di dia. Setelah itu kami memverifikasi dan kami sampaikan ke Dewan Tranportasi Kota Jakarta atau DTKJ, kan begitu alurnya. Kemudian kami bahas bersama DTKJ untuk mengeluarkan re­komendasi. Sebenarnya berapa sih tarifnya. Kalau sekarang kami belum berani bicara, wong PT Jakpro saja belum menyerahkan apa-apa, nanti kesalahan lagi kalau kami bicara.

Lho kenapa sih penentuan awal tarifnya justru di tangan Jakpro, bukankah Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga punya kewenangan untuk ikut membahas tarif?
Tapi kan dia yang membangun dan segala macam itu. Makanya semuanya harus dihitung dengan cermat.

Kalau dengan pemerintah pusat sudah ada pertemuan untuk membicarakan tarif LRT Jabodetabek?
Kalau dengan pemerintah pusat saya menginginkan ber­temu dan membahas ini. Maka dari itu saya perintahkan anak buah saya Pak Immanuel untuk membuat surat, sebab informas­inya tidak perlu menggunakan Public Service Obligation atau PSO gitu kan.

Maksudnya yang tidak perlu menggunakan PSO itu siapa?
Pusat pusat.

Untuk MRT dan LRT mak­sudnya tanpa perlu PSO?
LRT, kan yang kita bicarakan ini LRT Jabodetabek. Jadi tidak perlu PSO dari Pemprov DKI. Ya, kalau begitu kan Alhamdulilah.

Sudah ada permintaan agar tarif ini dibahas bersama den­gan pemerintah pusat?
Saya si berharap seperti itu. Silakan saja nanti kalau pe­merintah pusat mengingat LRT Jabodetabek operatornya itu PT Kereta Api Indonesia. Silakan saja nanti KAI membahas soal ini dengan Jakpro.

Kalau Dishub DKI fokus dulu membahas setelah adan­ya masukkan dan usulan dari Jakpro yang kami PSO-kan terlebih dulu. Soalnya sudah di depan mata ini Agustus sudah mau open play. Jadi kami tidak berbicara yang lain dulu deh. Silakan saja nanti KAI sama Jakpro kalau memang akan ada pembahasan soal ini.

Pembahasan beban opera­sional nanti juga apakah akan dibahas bersama. Apakah nanti beban operasional juga akan dimasukkan dalam pe­nentuan tarif atau akan di­tanggung bersama?
Jadi kan begini, dari awal saya sudah mengatakan tidak akan tertutup jika seumpamanya operasional itu hanya dibe­bankan dengan tarif. Mau tidak mau kami sebagai pemerintah harus mengintervensi dengan PSO. Akan tetapi pemerintah juga sudah memberikan kelelu­asaan kepada operator dalam hal ini Jakpro.

Di sini kami bicara dalam ka­pasitas Pemprov DKI ya. Jakpro untuk mengelola transit oriented development alias TOD. Dengan adanya pengelolaan TOD saya si berharap tidak usah lagi meminta PSO. Pasalnya sudah diberikan semua dari sarana prasarana dan termasuk TOD itu.

Harusnya tidak usah lagi PSO itu. Tinggal nanti kreativitas, inovasi, networking, dan ko­munikasi dengan pihak-pihak investor untuk sama-sama bisa memanfaatkan peluang itu.

Sudah banyak yang kami berikan seperti lahan sudah dikasih. Silakan saja Anda kelola dengan baik. Jadi agak berbe­lit-belit juga kalau semuanya kami sudah beri dan dia juga meminta PSO. Kami juga pasti menghitungnya susah itu, bisa rancu lho.

Apakah ada permintaan berapa PSO-nya?
Kan saya sudah bilang belum ada hitungan. Sebab memang penentuan tarif saja belum. Otomatis kami menghitung PSO-nya juga belum. ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya