Berita

Heri Gunawan/Net

Politik

Rupiah Semakin Anjlok, Gerindra Khawatir Jokowi Bernasib Sama Dengan Soeharto

KAMIS, 10 MEI 2018 | 13:09 WIB | LAPORAN:

. Nilai tukar rupiah yang terus melemah dikhawatirkan akan berakibat fatal. Salah satunya yakni jatuhnya pemerintahan Presiden Joko Widodo sebagaimana yang terjadi pada rezim Soeharto.

Berdasarkan data yang diperoleh dari situs resmi Bank Indonesia (BI), kurs jual rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini berada di angka Rp14.144, sedangkan kurs beli rupiah terhadap dolar AS Rp14.004.

"Itu adalah angka paling anjlok sejak 1998 yang akan menyebabkan pada membengkaknya utang sampai Rp 7,3 triliun sehingga pemerintah kehilangan kontrol penuh terhadap stimulus ekonomi riil. Dengan begitu, saya khawatir itu akan menjadi pemacu risiko chaotic yang menjadi penyebab jatuhnya rezim di 1998," kata Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan dalam keterangannya kepada redaksi, Kamis (10/5).


Mengatasi masalah itu, Heri wewanti-wanti pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan bersama BI untuk mengambil langkah-langkah preventif jangka pendek, menengah, dan panjang.

Pertama, pada skala jangka pendek, menurutnya pemerintah bisa menaikkan suku bunga acuan oleh BI untuk memulihkan kepercayaan investor. Hal itu dilakukan untuk menahan capital outflow dana asing. Sebab, terjadinya capital outflow akan membuat nilai tukar rupiah akan terus tertekan dan aliran modal asing yang keluar semakin tinggi.

"Saat ini saja sudah mencapai Rp 8,6 triliun (year to date/ytd) sejak awal 2018," imbuh Heri.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga harus tetap menjaga daya beli masyarakat dengan menciptakan stabilitas harga, baik untuk Bahan Bakar Minyak (BBM), listrik maupun harga pangan. Terlebih menjelang bulan Ramadan nanti.

"Di samping itu juga, bagi para pengusaha, terutama yang memiliki Utang Luar Negeri, diharapakan untuk melakukan hedging atau lindung nilai dan bagi perusahaan yang bersiap membagikan dividen perlu mempersiapkan pasokan dolar untuk memitigasi kedepannya kurs dolar semakin mahal," jelas.

Pada skala menengah, Heri menekankan pemerintah perlu mengambil kebijakan pengetatan terhadap devisa hasil ekspor yang wajib disimpan di bank dalam negeri minimum 6 bulan. Hal itu kata dia bisa mendorong pembelian rupiah.

"Untuk diketahui, akhir Februari 2018 cadangan devisa (cadev) tergerus cukup dalam sebesar USD3,92 miliar hanya dalam waktu 1 bulan. Tergerusnya Cadev disebabkan oleh stabilitasi nilai tukar rupiah," urainya

Yang ketiga, pada skala jangka panjang. Heri mendesak pemerintah untuk mengobati masalah fundamental ekonomi dengan memperkuat kinerja ekonomi domestik.

"Pada konteks itu, pemerintah musti mengobati masalah mendasar, yaitu ancaman triple deficit. Sebab itu pula, pemerintah perlu memperkuat fundamental perekonomian dan cadangan devisa melalui peningkatan ekspor non-migas dan devisa pariwisata," demikian anak buah Prabowo Subianto ini. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya