Berita

Politik

Perempuan Golkar Optimis Kuota 30 Persen Di Pileg 2019 Tercapai

KAMIS, 10 MEI 2018 | 04:54 WIB | LAPORAN:

Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) mendorong tercapainya kuota 30 persen perempuan dalam menghadapi Pemilu Legislatif 2019.

Ketua Umum KPPG Hetifah Sjaifudian menjelaskan puhaknya telah memiliki program agar kuota 30 persen bisa tercapai.

KPPG juga membentuk sistem pendukung untuk memaksimalkan perolehan suara oleh caleg-caleg perempuan dari partai beringin.


"KPPG memiliki program kerja prioritas dalam memberikan bekal bagi para caleg perempuan dalam memenangkan pileg tahun depan dan tentu harus diberikan support secara maksimal," ujar Hetifah dalam Konsolidasi Nasional Fungsionaris Perempuan Partai Golkar bertema 'Strategi Efektif dan Cerdas Menjadi Pemenang' di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (9/5).

Selain itu,Hetifah menjelaskan KPPG juga memfasilitasi penguatan kader dan pemilih dengan mengundang berbagai pakar di bidang hukum, pemenangan pemilu, komunikasi, dan media untuk memberikan masukan yang bersifat teknis kepada caleg Golkar.

"Hal itu dimaksudkan untuk melakukan penguatan secara menyeluruh. Yaitu melakukan penguatan diri kader, penguatan partai politik, penguatan kebijakan dan penguatan pemilih perempuan," jelas Hetifah.

Berdasarkan pengalaman di pemilu sebelumnya, secara umum KPPG mencatat bahwa perempuan dalam politik masih memiliki kelemahan-kelemahan.

"Perempuan dalam politik masih lemah, rentan dicurangi dalam sistem pemilu terbuka, keterbatasan logistik, keterbatasan stamina dan kalah bersaing dengan caleg laki-laki dalam mempengaruhi pemilih. Sehingga tingkat keterpilihan caleg perempuan belum maksimal," papar Hetifah.

Oleh karena itu, dia menyerukan kepada seluruh kader perempuan Golkar agar terus dan konsisten mendorong kemajuan perempuan di Pemilu 2019.

"KPPG merumuskan kegiatan konsolidasi hingga ke daerah. Kegiatan workshop dan upaya pendampingan oleh lembaga yang diharapkan dapat mengantarkan para fungsionaris dalam memenangkan Pemilu 2019," demikian Hetifah. [nes]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya