Berita

Ahmad Sahroni/Net

Politik

Kader Nasdem Di DPR Yakin Polisi Bisa Tangani Kerusuhan Rutan Mako Brimob

KAMIS, 10 MEI 2018 | 04:35 WIB | LAPORAN:

Komisi III DPR RI meyakini kepolisian dapat segera mengamankan dalang kerusuhan di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok pada Rabu dini hari (9/5).

Anggota Komisi III Ahmad Sahroni meminta masyarakat untuk tidak percaya dengan berbagai informasi yang beredar di media sosial.

Menurutnya, Polri tidak akan menutupi dan segera mengumumkan kronologis, motif maupun jumlah korban dalam peristiwa tersebut secara berkelanjutan.


"Jadi jangan langsung percaya dengan berbagai kabar ataupun foto yang beredar di media sosial. Saya yakin Polri akan segera menuntaskan kasus ini dan mengumumkan ke publik mengenai semua hal menyangkut kerusuhan ini, termasuk penyebab dan jumlah korban jiwa," jelasnya kepada redaksi, Kamis (10/5).

Di sisi lain, Sahroni mengingatkan Polri agar bergerak cepat dalam penanganan kasus itu. Hal ini untuk mencegah semakin banyaknya informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya di media sosial.

Ia tidak ingin masyarakat termakan informasi salah dan terprovokasi atau berdampak pada lunturnya kepercayaan terhadap Polri. Terlebih, kerusuhan terjadi di rutan yang berada di markas Brimob.

Sebab, sambung Sahroni adanya klaim dari militan Negara Islam (ISIS) yang mengaku mendalangi kerusuhan melalui aplikasi media sosial.

Jika memang pernyataan itu memiliki korelasi dengan kerusuhan di Mako Brimob maka Polri dan pemerintah harus melakukan evaluasi pengamanan tahanan, khususnya yang terlibat dalam kasus terorisme.

Sebaliknya bila tak berkaitan dengan ISIS, Polri harus segera menginformasikan kebenarannya secara detail agar publik tidak termakan hasutan.

Di samping itu, Sahroni menilai pentingnya dilakukan evaluasi pengamanan di berbagai rutan, termasuk Rutan Mako Brimob. Kerusuhan di lokasi itu diketahui bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya insiden keributan juga terjadi pada 11 November 2017. Dipicu petugas Densus 88 Anti Teror melakukan sweeping di sel-sel tahanan dan menyita sejumlah ponsel.

"Peristiwa kedua yang berlangsung dini hari mempertegas pentingnya dilakukan evaluasi pengamanan. Apakah jumlah personel yang menjaga di rutan ditambah atau perlunya dilakukan langkah lain," tegas politisi Partai Nasdem tersebut. [nes]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya