Berita

Foto : Kemnaker

Kemnaker Dukung Kerjasama Kadin dan IHK Trier Jerman

Perkuat Komite Vokasi Nasional
RABU, 09 MEI 2018 | 20:50 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendukung kerja sama Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia dengan  Industrie-und Handelskammer (IHK) Trier (Kadin Jerman) untuk memperkuat Komite Vokasi Nasional dengan memberikan pelatihan vokasi kejuruan ganda (pemagangan) yang memadukan pendidikan dan praktik.
 
Kerja sama kedua lembaga ini diharapkan dapat merintis kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jerman untuk meningkatkan kualitas pelatihan vokasi di Indonesia.
 
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri dengan Wakil Ketua Umum Kadin Antonius J. Supit dan Kordinator Program IHK Trier Andreas Goesche di Ruang Kerja Kantor Kemnaker, Jakarta, Rabu (9/5).
 

 
“Pemerintah Indonesia melalui Menaker mendukung kerja sama pelatihan vokasi kejuruan ganda ini. Kita harapkan dukungan IHK Jerman agar pemerintah Jerman men-support pelatihan vokasi di Indonesia,"kata Anton Supit seusai pertemuan.
 
Selama ini, kata Anton, Kadin Indonesia bersama  IHK Trie telah terlibat aktif memberikan support bantuan berupa metodologi, sertifikasi, kurikulum, training of trainer (TOT), dan pelatihan di tempat kerja.
 
“IHK Trier menjadi semacam  technical assistant untuk program kerjasama pelatihan vokasi kejuruan ganda. Kita siapkan program pemagang serta pelatihan vokasi khusus bagi pelajar SMK,” kata Anton Supit
 
Adapun, lama masa vokasi  kejuruan ganda atau magang itu berjalan sekitar tiga sampai enam bulan. Tujuan pemagangan sendiri untuk memberikan pengetahuan kepada pemagang, sehingga industri mudah mendapatkan tenaga kerja yang memiliki keahlian yang diinginkan.
 
"Kerja sama pelatihan vokasi ini  akan membuat pola pemagangan dengan berbasis 70 persen praktik dan 30 persen lainnya merupakan in house training di sekolah dengan  mentor yang telah dipilih oleh Kadin Indonesia dan IHK Trier, " ujarnya.
 
Kadin Indonesia berharap, melalui Andreas, agar menyampaikan ke IHK Trier untuk bisa merintis dan memperoleh support dari pemerintah Jerman. Karena IHK Trie  tidak mewakili pemerintah Jerman.

"Ke depan diharapkan agar pemerintah Jerman bisa membantu mengembangkan program pelatihan vokasi di Kemnaker. Kita berharap seperti itu," ujarnya.
 
Anton menambahkan, bagi pengusaha program ini akan memberikan banyak keuntungan.

“Meski mengeluarkan biaya, waktu dan tenaga, tapi jauh lebih menguntungkan dari segi materil vokasi daripada perusahaan melakukan tes karyawan, tapi tidak diterima," ujarnya.
 
Sedangkan bagi para pencari kerja, kata Anton, setelah mengikuti enam bulan pelatihan vokasi, langsung bisa diterima kerja. Namun jika  melamar secara normal terkadang susah diterima karena kurang sesuai kompetensinya.
 
Sementara itu, Menaker Hanif menyatakan bahwa pihaknya menyambut positif tawaran dari Kadin dan IHK Trier Jerman dalam rangka mensukseskan program pelatihan vokasi kejuruan ganda dengan paduan pendidikan dan praktik.
 
"Sistem ganda harus berpijak di dua tempat, bukan hanya sekolah sambil bekerja. Tetapi bisa juga bekerja sambil sekolah, agar setelah tamat SMK atau tamat magang mereka bisa langsung mendapat kerja sesuai kompetensi. Magang adalah salah satu cara untuk menguatkan kemampuan SDM dalam memenuhi kebutuhan industri. Untuk itu, perlu adanya kerja sama dengan semua pihak, termasuk IHK Tier ini untuk memperkuat Komite Vokasi Nasional," kata Menaker Hanif.
 
Pemerintah juga berharap agar pihak swasta dapat berinvestasi kepada peningkatan keterampilan tenaga kerja baik melalui penyelenggaraan pelatihan maupun melalui program pemagangan.
 
"Pemerintah mengajak kalangan dunia usaha dan industri yang berasal dari dalam maupun luar negeri (PMA) agar mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan membangun sistem pelatihan kerja dan sertifikasi profesi secara terpadu bagi pekerja Indonesia,” kata Hanif.
 
Sedangkan Andreas menegaskan, pelatihan vokasi kejuruan sistem ganda dapat  mengembangkan SDM dengan belajar di industri. Karena pendidikan sekolah sudah banyak memperoleh dukungan, tetapi dengan sistem ganda maka akan ada dua tempat pembelajaran yaitu di sekolah dan industri.
 
“Harus belajar di industri atau industri menjadi tempat belajar. Tapi harus ada instruktur, pelatih tempat kerja dan dia harus kerja profesional. Harus ada kurikulum. Sekolah punya kurikulum inti tapi harus disusun sinkronisasi kurikulum dengan kebutuhan industri, “ katanya.[dzk]
 


 

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya