Berita

Politik

Terbukti, Elektabilitas Jokowi Yang Tinggi Cuma Jadi-jadian

RABU, 09 MEI 2018 | 18:02 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Hasil survei Lembaga Indonesia Network Survei (INES) terkait Pilpres 2019 yang dirilis beberapa hari lalu diragukan, bahkan ditertawakan para pendukung Joko Widodo.

Hasil survei tersebut menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja Jokowi sangat tinggi dan elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengungguli Jokowi.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan elektabilitas Jokowi mblesek dan tingginya ketidakpuasan terhadap kinerja ekonomi Jokowi di survei INES terjawab pada pasar keuangan international. Pukul 09.00, bank menjual 1 dolar AS seharga Rp 14.400.


"
Ini artinya kepercayaan para pelaku pasar keuangan global sangat mempercayai hasil survei INES dibandingkan survei-survei yang melambungkan tingkat elektabilitas Joko Widodo," kata Arief melalui pesan elektronik kepada redaksi, Rabu (9/5).

Dikatakan dia, nilai kurs dolar yang makin perkasa memblejeti propaganda elektabilitas Jokowi mengunakan lembaga survei yang katanya kredibel tapi hasil surveinya ngawur. Yang jelas, elektabilitas Jokowi hanya elektabilitas jadi-jadian.

"Jika elektabilitas Joko Widodo yang katanya tinggi sejak akhir tahun 2017 hingga saat ini, tentu saja punya pengaruh besar terhadap menguat nilai kurs rupiah terhadap dolar," kata Arief.

"Pasti pelaku pasar modal dan investor akan lebih percaya dengan akan terpilihnya kembali Joko Widodo, sehingga keberlangsung bisnis mereka di Indonesia dalam 6 tahun kedepan bisa diprediksi dengan perencanaan yang baik yang berhubungan dengan kinerja pemerintah Joko Widodo dan kebijakan-kebijakannya," tukasnya.[dem]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya