Berita

Foto:RMOL

Politik

PARRA 19 Deklarasi Rizal Ramli Calon Presiden

RABU, 09 MEI 2018 | 15:47 WIB | LAPORAN:

. Pergerakan Aktivis Relawan Rizal Adhyaksa (PARRA 19) menggelar diskusi publik dengan tema "Presiden Pilihan Rakyat" di Restoran Raden Bahari, Jalan Warung Buncit, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu siang (9/5).

Presidium PARRA 19, Santoso AS, mengatakan diskusi bertujuan untuk mengulas sosok ekonom senior Dr. Rizal Ramli dan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault yang dinilai merupakan pasangan ideal untuk memimpin bangsa.

Rizal jelas dia adalah seorang tokoh mahasiswa, pakar ekonomi dan politikus Indonesia. Dimana sejak menjadi mahasiswa ITB, Rizal muda selalu mengggelorakan wajib belajar kepada puluhan juta anak Indonesia yang kemudian diadopsi negara menjadi program wajib belajar sembilan tahun.


Saat itu, Rizal bersama Dewan Mahasiswa ITB juga menolak Soeharto melanjutkan jabatan Presiden dalam SI MPR 1978. Akibatnya Rizal bersama kawan-kawan di DM ITB harus meringkuk di LP Sukamiskin lebih kurang 2 tahun lamanya.

"Daya juang Rizal Ramli yang kokoh sejak bangku kuliah membuat sosoknya punya daya kritis fenomenal alias urat takutnya sudah putus dalam membela kepentingan rakyat," jelas Santoso.

Daya juang itu kata dia tak surut bahkan setelah Rizal dipercaya menduduki jabatan pemerintah sebagai Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), Menteri Koordinator bidang Perekonomian, serta Menteri Keuangan Indonesia pada Kabinet Persatuan Nasional pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Rizal Ramli terbukti bekerja out the box, Bulog diberesi, rekening yang jumlahnya ratusan dirapihkan, tinggal puluhan rekening yang accountable. Bulog jadi sehat dan negara aman karena logistik Bulog itu. Begitu juga ketika Menko dan Menkeu era Gus Dur banyak prestasi yang membanggakan, inflasi rendah, utang minim, negosiasi dengan Freepot serta penyelamatan BUMN seperti PLN, Garuda, Bank BII yang sukses dengan gemilang," urainya.

Bahkan, lanjut dia, saat menjabat sebagai Menko Maritim dan Sumber Daya di era Presiden Joko Widodo, menurut Santoso, gebrakan Rizal begitu dahsyat sehingga menciptakan perubahan internal kabinet kerja yang loyo dan sepi prestasi. RR sapaan khasnya dinilai mampu membuat Kabinet Kerja berdenyut dengan gebrakannya yang out the box pula. Publik dan media memberi nama Rajawali Kepret.

"Pelindo, PLN, Garuda dan lain-lain dikepret padahal ini bau anyir KKN yang kental," imbuhnya.

Puncaknya, lanjut Santoso, ketika Rizal mengkepret mega proyek reklamasi di pantai bagian utara Jakarta.

"Rizal Ramli teguh menutup projek ini meski banyak pihak tahu ada koneksi para pemilik project dengan orang nomor satu di republik ini dan terbukti Rizal Ramli tersingkir dizalimi para taipan reklamsi dan atasannya pun ternyata berpihak sama taipan," ujarnya.

Makanya, kata dia, oleh sebagian kalangan, Rizal Ramli dijuluki sebagai "Sang Penerobos". Hal itu menurutnya karena ide-idenya yang tidak konvensional namun tepat sasaran, dan berpihak pada kepentingan rakyat setelah daya rusak yang dibuat rezim Jokowi-Kalla, utamanya ukonomi terkait makin jauh tertinggal bahkan dengam negara sekecil Vietnam.

"Maka figur yang mumpuni di bidang ekonomi dengan track record teruji (adalah Rizal Ramli). Ingat Abraham Lincoln, Presiden ke 16 dan terbaik sepanjang masa di USA berucap, 'bila mau uji integritas seseorang ialah ketika dia berkuasa', dan Rizal Ramli lah yang sudah teruji cocok untuk menjadi Presiden ke 8," pungkas Santoso. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Terkuak Dugaan Penggelembungan Anggaran Makan Minum di DPRD Bandar Lampung

Senin, 20 April 2026 | 02:07

Pramono Siapkan PPSU Khusus Ikan Sapu-Sapu

Senin, 20 April 2026 | 01:47

Jual Beli Rekening Bisa Dijerat Pidana!

Senin, 20 April 2026 | 01:26

HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah

Senin, 20 April 2026 | 01:01

Pramono Tegaskan Jadi Gubernur untuk Semua Kelompok, Agama, dan Golongan

Senin, 20 April 2026 | 00:28

MUI Kawal Ketat Proyek Islamic Center

Senin, 20 April 2026 | 00:13

Projo Klaim Jokowi Menang Berkat Rekam Jejak, Bukan Jasa Jusuf Kalla

Senin, 20 April 2026 | 00:01

Wicked Problem di Balik Motor Listrik MBG

Minggu, 19 April 2026 | 23:43

JK Diduga Masih Simpan Kartu Rahasia Jokowi

Minggu, 19 April 2026 | 23:34

Nabung Jantung

Minggu, 19 April 2026 | 23:26

Selengkapnya