Berita

Politik

Hadapi Dinamika Pemilu, Golkar Disarankan Gelar Rembug Nasional

RABU, 09 MEI 2018 | 10:22 WIB | LAPORAN:

Partai Golkar diminta untuk segera menggelar rembug nasional guna membahas perkembangan dinamika politik menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu Serentak 2019 mendatang. Nantinya, hasil rembug nasional tinggal diformalkan dalam forum resmi partai.

Imbauan itu sebagaimana disampaikan politisi Partai Golkar Agun Gunanjar, Rabu (9/5).

"Golkar kan sudah biasa menghadapi berbagai dinamika politik di Tanah Air. Tapi yang penting, kita harus berdialog dan membahas dinamika yang berkembang bersama-sama. Dengan cara informal dahulu, semua suara bisa diserap," kata Agun.


Menurut dia, Golkar tetap harus berpegang pada keputusan Munaslub lalu. Namun demikian, perkembangan situasi dan kondisi politik tidak bisa diabaikan begitu saja. Apalagi, kata Agun lagi, Golkar adalah partai yang sangat solid.

“Isu-isu politik jelang Pilkada Serentak dan Pemilu Serentak, jika tidak dikelola dengan baik bisa menjadi blunder dan merugikan partai,” katanya mengingatkan.

Karena itu, lanjut Agun, perlu ada dialog atau pertemuan di internal Golkar sebagai respons atas dinamika yang berkembang.
 
“Tingkat DPP bisa menggelar pertemuan, juga Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, dan Dewan Pakar sebaiknya membuat pertemuan. Setelah itu digelar rembug nasional yang melibatkan pengurus DPD I dan DPD II. Ini penting penting untuk menghadapi Pilkada dan Pilpres, kita perlu soliditas partai,” paparnya.

Menjawab pertanyaan soal sejumlah figur yang disebut-sebut sebagai calon wakil presiden, Agun mengatakan, dinamika politik yang terjadi di berbagai daerah berbeda-beda terkait tingkat penerimaan cawapres.

“Bisa saja calon yang sebut A, didukung di daerah X, tetapi di daerah Y ditolak, karena itu perlu dimusyawarahkan bersama agar tokoh-tokoh yang patut untuk dicalonkan bisa dibahas dalam forum rembug nasional,” Katanya.

Sebelumnya anggota Dewan Kehormatan, Anwar Arifin juga mengusulkan forum Rapat Pimpinan Nasional atau Rapimnas untuk membahas dinamika politik yang berkembang, khusus pencalonan wakil presiden.

Anwar menyebutkan, sebagai partai besar, Golkar harus menggunakan mekanisme internal yang elegan untuk membahas dan menentukan cawapres, bukan dengan keputusan yang sentralistik.

Sementara saat ini berkembang usulan agar Ketua Umum Airlangga Hartarto menjadi cawapres dari Golkar, seperti dikemukakan Agung Laksono.

Sementara Ketua DPR yang berasal dari Golkar, Bambang Soesatyo menyatakan dukungan pada Jusuf Kalla untuk kembali berdampingan dengan Joko Widodo dalam pilpres mendatang. [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya