Berita

Foto/Net

Politik

Agar Pemilu Damai, Elite Kudu Beri Teladan

RABU, 09 MEI 2018 | 05:31 WIB | LAPORAN:

Ketua DPR Bambang Soesatyo kembali mengingatkan para elite untuk menjadi teladan yang baik bagi masyarakat dalam menghadapi Pemilu 2019.

Dia berharap, para elite mampu mengedepankan sikap kenegarawanan saat bertarung di Pemilu.

Peringatan itu disampaikan Bambang saat bicara di forum Rembuk Nasional "Mewujudkan Pemilu 2019 yang Aman dan Bermartabat" di Jakarta, Selasa (8/9).


Acara ini dihadiri banyak tokoh. Di antaranya eks Ketua MK Jimly Asshiddiqie, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti, Komisioner KPU Hasyim Ashari, tokoh agama Benny Susetyo, dan Staf Ahli Kapolri bidang Sosial Ekonomi Irjen Pol Gatot Edy Pramono.

Kata Bamsoet, sapaan Bambang, Pemilu 2019 akan berlangsung di tengah perkembangan masyarakat yang sangat dinamis akibat kemajuan teknologi informasi. Masifnya informasi di media sosial (medsos) turut memengaruhi cara pandang dan sikap masyarakat. Di tengah kondisi ini, elite harus tampil memberikan teladan.

"Para elite politik jangan mendidik masyarakat melalui berita hoaks dan ujaran kebencian. Mari kita kedepankan sikap kenegarawanan untuk bersaing secara sehat dan menunjukkan sikap siap menang dan siap kalah," kata politisi Partai Golkar ini.

Bamsoet menuturkan, Pemilu 2019 akan menjadi kali pertama ketika kampanye ditentukan kekuatan medsos. Siapa yang menguasai medsos, dialah yang bisa mengendalikan arus opini publik sehingga berpotensi memenangkan Pemilu.

"Media sosial menjadi kekuatan utama pada Pemilu 2019. Sayangnya, perilaku masyarakat di media sosial jauh berbeda dengan budaya masyarakat yang selama ini kita kenal. Budaya santun, saling menghormati, gotong royong, dan guyub tidak ada di media sosial. Saya sangat sedih, sikap dan perilaku masyarakat seolah kebablasan dan tidak mengindahkan etika yang baik di media sosial," tuturnya.

Bamsoet juga tak habis pikir dengan maraknya hoaks maupun ujaran kebencian berbau fitnah bisa bercampur aduk sehingga membentuk opini. Parahnya, hoaks tersebut kemudian diterima sebagai suatu kebenaran lalu disebarluaskan, tanpa ada klarifikasi atau cover boathside. Tak jarang, elite politik maupun orang yang dianggap sebagai tokoh masyarakat menjadi bagian di dalamnya.

"Hiruk pikuk media sosial kerap dimanfaatkan kelompok tertentu untuk mencapai tujuan politiknya, dengan mengembangkan politik identitas yang berbasis SARA sehingga menimbulkan konflik di masyarakat. Ini tak boleh kita biarkan. Saya dukung penuh aparat Kepolisian melakukan tindakan tegas. Jika tidak ditertibkan dari sekarang, ini akan menjadi fenomena bola salju yang semakin membesar dan liar. Persatuan dan kesatuan bangsa menjadi taruhannya," tandasnya.

Pekan lalu, saat mengisi diskusi 'Dinamika Elektoral Jelang Pilpres dan Pileg Serentak 2019' di Kantor Lembaga Survei Indikator, Bamsoet juga mengingatkan para elite. Kala itu, dia meminta para elite politik tidak memprovakasi para pendukungnya melalui ujaran kebencian maupun penyebaran hoaks. Elite harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat dalam pertaruangan politik yang dijalankan.

"Para elite politik harus kedepankan kepentingan bangsa dan negara. Jangan mementingkan ego pribadi maupun kelompok semata. Mari bersama-sama memberikan pencerahan ke khalayak umum. Bukan malah aktif menjadi agen penyebar kebencian," ucapnya. [nes]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya