Berita

Rizal Ramli-Prabowo Subianto/RMOL

Politik

Ini Jawaban Kenapa Rizal Ramli Layak Jadi Cawapres Prabowo

SELASA, 08 MEI 2018 | 20:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ekonom senior DR Rizal Ramli layak menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Ada beberapa alasan yang menjadikan Rizal Ramli layak mendampingi Prabowo.

"Pertama, Rizal Ramli adalah sosok ekonom yang sudah berpengalaman di pemerintahan sehingga akan memudahkan melakukan pembenahan ekonomi menuju pada pertumbuhan ekonomi tinggi untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," kata Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya'roni kepada redaksi, Selasa (8/5).

Kedua, kata dia, Rizal Ramli pantas jadi cawapres Prabowo karena memiliki garis ideologi yang mirip dengan Partai Gerindra. Yakni sama-sama kritis terhadap kebijakan pemerintah terutama soal hutang dan impor pangan.


Kemudian, Rizal Ramli sudah bertemu dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Pemenangan Gerindra Sandiaga Uno. Pertemuan berjalan dengan penuh keakraban dan kesepahaman dalam membangun Indonesia ke depan.

Keempat, Rizal Ramli bisa menjadi tokoh perekat diantara parpol-parpol pengusung. Sebagaimana diketahui saat ini terjadi persaingan antara PKS dan PAN dalam memperebutkan kursi cawapres Prabowo. Agar tidak terjadi perpecahan, maka tidak ada salahnya mempercayakan kursi cawapres kepada tokoh non parpol.

"Ini juga yang dilakukan oleh SBY ketika memilih Boediono dan Jokowi ketika memilih Jusuf Kalla sebagai cawapresnya," kata Sya'roni.

Kelima, Rizal Ramli sudah menyatakan diri maju sebagai capres. Artinya Rizal sudah mempersiapkan diri bertarung dalam kompetisi Pilpres. Jadi nanti saat kampanye Pilpres, Rizal Ramli tidak hanya "nebeng" pada Prabowo tetapi akan berkontribusi secara all-out dalam meraih suara rakyat.

"Dan saat menjadi wapres pun, Rizal Ramli tidak sekedar menjadi ban serep karena sudah mempersiapkan program-program ekonomi kerakyatan," tukas Sya'roni.[dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya