Berita

Cardinal Tauran at Etidal dan Sheikh Mohammed bin Abdel Karim Al-Issa/RT

Dunia

Vatikan Dan Riyadh Teken Perjanjian Untuk Bangun Gereja Di Arab Saudi

SABTU, 05 MEI 2018 | 09:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Arab Saudi kembali melakukan perubahan besar di internal negara tersebut. Kali ini dengan menandatnagani kesepakatan dengan Vatikan untuk membangun gereja pertama di negara itu.

Dengan demikian, Arab Saudi tidak akan lagi menjadi satu-satunya negara Teluk yang tidak memiliki tempat ibadat Kristen umum.

Kesepakatan itu ditandatangani oleh pemimpin lokal Wahhabi dan seorang kardinal Vatikan untuk membangun hubungan kerja sama.


"Ini adalah awal dari persesuaian. Ini adalah tanda bahwa pihak berwenang Saudi sekarang siap untuk memberikan citra baru ke negara itu," kata salah satu pejabat Katolik yang paling senior, yakni Presiden Dewan Kepausan untuk Dialog Kardinal Inter-religius Jean Louis Tauran, mengatakan kepada situs Vatikan News setelah kembali dari Riyadh seperti dimuat pekan ini oleh Russia Today.

Tauran berada di Arab Saudi selama seminggu di pertengahan bulan lalu, dalam kunjungan yang secara luas diliput oleh media lokal. Dia bertemu dengan penguasa de-facto Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan dengan beberapa pemimpin spiritual.

Kesepakatan final ditandatangani antara Tauran dan Sheikh Mohammed bin Abdel Karim Al-Issa, yang merupakan Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim, sebuah LSM Wahhabi terkemuka, membuka jalan tidak hanya untuk membangun proyek, tetapi telah menggariskan rencana untuk KTT Muslim-Kristen sekali setiap dua tahun dan untuk hak yang lebih besar bagi para penyembah non-Islam di kerajaan Teluk.

Selama ini, Arab Saudi memiliki reputasi sebagai salah satu rezim yang paling tidak toleran di dunia. Non-Muslim dihukum karena menampilkan agama mereka di luar rumah mereka, sementara Muslim yang memutuskan untuk masuk agama lain tunduk pada hukuman mati karena kemurtadan. Hukum agama Islam diberlakukan secara seragam pada semua penduduk di negara kaya minyak ini, terlepas dari keyakinan.

Meskipun demikian, telah terjadi percampuran agama dan budaya, terutama sejak masuknya pekerja migran ke kerajaan dalam dekade terakhir, dan lebih dari 1,5 juta orang Kristen dianggap berada di negara itu, sebagian besar dari Filipina.

Upaya untuk menegosiasikan status yang lebih di Arab Saudi telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Vatikan pada tahun 2008, juga mengumumkan perjanjian "bersejarah" yang berpotensi untuk membangun gereja modern pertama. Namun rencana itu akhirnya ditangguhkan. [mel]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya