Berita

Drone/Net

Dunia

FBI: Penggunaan Drone Untuk Tindakan Kriminal Meningkat

SABTU, 05 MEI 2018 | 07:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Drone saat ini dimanfaatkan banyak pihak, bukan hanya untuk kegiatan bisnis maupun hobi, namun juga untuk kegiatan kriminal.

Seorang pejabat FBI, yakni Joseph Mazel dalam konferensi drone yang digelar di Denver, Amerika Serikat pekan ini menjelaskan bahwa pihaknya pernah mengalami kasus di mana sekelompok penjahat dengan sengaja menggunakan drone untuk mengganggu pemantauan FBI.

Dia menjelaskan bahwa para penjahat dengan sengaja menerbangkan beberapa drone kecil untuk menghalangi pandangan tim penyelamat tentang situasi yang sedang berlangsung.


Drone menyebabkan FBI kehilangan penglihatan penyerang.

"Kami kemudian buta," kata Mazel yang merupakan kepala unit hukum teknologi operasional FBI, mengatakan pada konferensi pesawat tak berawak AUVSI.

Dia menggarisbawahi soal penggunaan drone untuk para kriminal yang dilakukan secara ilegal saat ini semakin meningkat.

Sementara itu, menurut National Police Chiefs 'Council (NPCC), penggunaan paling populer drone untuk aksi kriminal adalah untuk menyelundupkan ponsel pintar dan narkoba ke penjara.

Namun, badan penegak hukum khawatir bahwa kriminal juga bisa menggunakan drone dengan cara lain.

"Sebagai bagian dari perencanaan operasional untuk acara publik, polisi sekarang mempertimbangkan penggunaan drone yang berbahaya dan bagaimana mereka akan melawan risiko itu," kata juru bicara NPCC kepada BBC.

"Dari laporan berita, pengalaman praktis, dan peristiwa dalam layanan penjara, cukup jelas kami melihat peningkatan risiko dalam penggunaan pesawat tak berawak, dan itulah mengapa sebagai organisasi kami melakukan sesuatu tentang hal itu," sambungnya. [mel] 

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya