Berita

Kepanikan saat ledakan terjadi/Reuters

Dunia

Bom Bunuh Diri Di Komisi Pemilihan Umum Libya, 12 Orang Tewas

KAMIS, 03 MEI 2018 | 09:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Aksi bom bunuh diri terjadi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum Libya di Tripoli pada Rabu (2/5).

Akibatnya, 12 orang tewas dan memicu kebakaran kecil.

Para penyerang juga menembaki para pegawai Komisi Pemilihan Umum Nasional (HNEC) dan berperang dengan pasukan keamanan yang berusaha mendapatkan kembali kendali atas situs itu.


Serangan itu tampaknya bertujuan menggagalkan upaya untuk menyelenggarakan pemilihan di Libya pada akhir tahun ini, bagian dari upaya yang dipimpin Amerika Serikat untuk menyatukan dan menstabilkan negara itu setelah bertahun-tahun konflik dan perpecahan politik.

Sejak Desember komisi pemilihan telah mendaftarkan hampir satu juta pemilih baru di seluruh Libya, meskipun belum ada tanggal yang ditetapkan untuk pemungutan suara.

Serangan Rabu adalah yang pertama dari jenisnya di Tripoli sejak 2015. Meskipun keamanan di Libya tetap bergejolak, kekerasan di ibukota baru-baru ini terbatas pada bentrokan lokal antara kelompok-kelompok bersenjata.

Segera setelah serangan asap hitam tebal itu bisa dilihat mengepul dari kantor komisi pemilihan di distrik Ghout al-Shaal di barat pusat Tripoli.

"Saya melihat dua pelaku bom bunuh diri. Mereka meneriakkan Allahu Akbar," kata juru bicara komisi Khaled Omar, yang meninggalkan kantor dengan staf lain ketika serangan itu terjadi.

"Seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di dalam komisi dan yang lainnya membuat bagian dari bangunan itu terbakar," sambungnya seperti dimuat Reuters.

Seorang pejabat keamanan yang berbicara kepada para saksi di tempat kejadian serangan itu mengatakan beberapa pria bersenjata telah melepaskan tembakan ke arah penjaga sementara para pembom bunuh diri memasuki gedung itu, dan beberapa orang kemudian melarikan diri.

Begitu berada di dalam pesawat pengebom itu menembak mati para pekerja dari jarak dekat sebelum meledakkan bahan peledak, kata pejabat itu, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Kelompok militan ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu dalam sebuah pernyataan pada Amaq, kantor beritanya.

Dua penyerang yang diidentifikasi sebagai Abu Ayoub dan Abu Toufik bentrok dengan pasukan keamanan sebelum memasuki gedung dan meledakkan bom ledak setelah kehabisan amunisi. [mel]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya