Berita

Jokowi/Net

Politik

Jokowi Cukup Jawab Kontrak Politik Prabowo Dengan Kerja

KAMIS, 03 MEI 2018 | 07:40 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo diminta tidak perlu panik menanggapi manuver politik Prabowo Subianto yang menandatangani janji politik dengan buruh pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei lalu.

Pemerhati politik dan sosial Heru Dharsono melihat, aksi Prabowo itu merupakan upaya menarik simpati dukungan semata.

"Menyikapi janji Prabowo di hadapan para kader buruh KSPI, maka hanya ada beberapa jalan saja untuk menjawab hal tersebut yang masih pada tataran janji, yaitu dengan tindakan nyata kerja, kerja, kerja. Karena hanya Jokowi yang dapat melakukannya termasuk 10 janji Prabowo tersebut sedangkan Prabowo masih sebatas janji," jelasnya kepada redaksi, Kamis (3/5).


Menurut Heru, yang juga ketua Ikatan Alumni Universitas Pertahanan (Ika Unhan), maraknya isu tenaga kerja asing (TKA) harus disikapi serius oleh Jokowi. Karena isu itu menjadi bahan bagi lawan politik untuk melakukan serangan.

Karenanya, harus segera ada proses investigasi terutama ke tempat-tempat yang disebut menyalahi prosedur keberadaan TKA seperti di Konawe, Sulawesi Tenggara. Bahkan termasuk isu lainya yang mempengaruhi elektabilitas Jokowi. 

"Peristiwa Konawe adalah pintu masuk yang dibuka selebar-lebarnya oleh kedua pihak yang saling memanfaatkan kelemahan kekuatan untuk akhirnya menjadikannya sebagai suatu peluang yang berawal dari kendala kekosongan pengawasan terhadap implementasi kebijakan politik," papar Heru.

Dia menambahkan, ahli strategi dari masing-masing pihak perlu maju dengan berbagai argumen dengan menyertakan teori-teori pendukung.

"Apakah kubu Jokowi akan menerima tantangan dengan pilihan yang sudah ditetapkan tersebut atau memilih wilayah bertempur yang lain sebagaimana teori Sun Tzu. Jawabannya terpulang kepada para ahli strategi kubu Jokowi," demikian Heru. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya