Berita

Jokowi/Net

Politik

Presiden Nggak Usah Sok Humoris, Rakyat Butuh Solusi Konkret

KAMIS, 03 MEI 2018 | 06:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pidato tentang bisa kalajengking tidak seharusnya dilontarkan Presiden Joko Widodo. Sebagai seorang presiden, Jokowi semestinya berbicara mengenai hal-hal yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan hajat hidup orang banyak.

Begitu kata pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (3/5).

Jika maksud presiden ingin mencari lelucon dengan mengangkat tema bisa ular, maka hal itu tidak pada tempatnya. Pangi menegaskan bahwa Jokowi adalah presiden yang harus memberi solusi hidup bagi rakyat, bukan memberi lelucon.


“Presiden ini ikon sebagai kepala negara dan bangsa, nggak perlu menampakkan lelocon politik. Presiden nggak usah humoris-humoris, sekarang rakyat butuh solusi hidup, soal perut rakyat yang kosong, rakyat nggak butuh humoris presiden apalagi lelocon politik,” ujarnya.

Tips menjadi orang kaya dari Jokowi tanpa korupsi juga tidak perlu dilontarkan saat momentum Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrembangnas). Sebab, momen ini seharusnya menjadi tempat bagi Jokowi berbicara yang lebih substantif.  

“Bukan nyuruh kepala daerah panen scorpion (racun kalajengkeng). Masyarakat butuh pembicaraan yang penting yang bersentuhan dengan perut rakyat langsung,” tukasnya.

Pidato Joko Widodo di acara Musrembangnas penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4) cukup menggelitik.

Sebab, dalam pidato itu Jokowi memaparkan tentang komoditas yang paling mahal di dunia bukan emas, melainkan bisa kalajengking. Kata dia, bisa kalajengking ini berharga 10,5 juta dolar AS per liter atau jika dirupiahkan mencapai Rp 145 miliar per liter.

Atas alasan itu dia meminta kepada para kepala daerah untuk mengumpulkan racun kalajengking jika ingin kaya, ketimbang harus mengkorupsi uang rakyat.

“Pak gubernur, pak bupati, pak walikota kalau mau kaya cari racun kalajengking,” ujarnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya