Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Bisnis Racun Kalajengking Jokowi Untuk Alihkan Isu Tenaga Kerja Asing?

KAMIS, 03 MEI 2018 | 02:58 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Dalam forum Musrenbangnas pada 30 April 2018 lalu, Presiden Joko Widodo mengemukakan gagasan bisnis racun kalajengking kepada kepala daerah jika ingin kaya.

Praktis pidato yang cukup menggelitik itu menjadi buah bibir di publik. Antara sadar atau tidak sadar pernyataan itu justru dilontarkan oleh orang nomor satu di negeri ini.

"Saya bisa ambil kesimpulan bahwa ide-ide mustahil Jokowi yang menyarankan bisnis racun kalangjengking itu menyalahi kaidah dan sebagai bentuk kepanikan untuk mengatasi masalah ekonomi," terang Ketua Front Nelayan Indonesia Rusdianto Samawa kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (2/5).


Aktivis nelayan yang pernah mendekam di hotel prodeo karena mengkritik kebijakan Menteri Kelauatan dan Perikanan Susi Pudjiastuti itu menilai karena ditekan oleh nilai dolar dan ancaman investasi hengkang dari Indonesia, Jokowi menjadi kalut.

"Bisa juga bisnis kalangjengking sebagai peluru opini Presiden Jokowi keluar dari isu fundamental Tenaga Kerja Asing dan masalah ekonomi nasional saat ini," bebernya.

Dia menganggap bisnis kalangjengking tidak mungkin ada. Namun, karena Presiden yang mengucapkan, maka akan ada diviralkan dan dibuat-buat.

"Seharusnya pidato-pidato visi poros maritim yang keluar dari mulut presiden," pungkasnya.

Rusdianto menjadi salah satu pihak yang kecewa terhadap janji manis poros maritim dunia pada 2014. Dimana nelayan menjadi pilar pembangunan ekonomi yang berbasis maritim, kenyataannya hingga kini, nelayan hanya menjadi kaum marjinal yang hidup termiskinkan oleh sistem.

"Sepertinya nelayan harus bisnis racun kalajengking agar keluar dari kemiskinan," selorohnya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya