. Di sepanjang empat bulan pertama tahun 2018, dana yang dihimpun dari penyetor zakat di Jakarta mencapai Rp 37 miliar, meningkat 20 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bazis DKI Jakarta, Zahrul Wildan saat menjadi pembicara dalam diskusi di Sekretariat KAHMI Jaya, Jalan Cipinang Baru Utara Nomor 21 Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (2/5).
Zahrul mengatakan pihaknya akan terus melakukan terobosan-terobosan untuk meningkatkan pencapaian dana zakat, infak, sedekah dari masyarakat Jakarta.
Sejumlah program telah digulirkan untuk pemberdayaan masyarakat kurang mampu di ibukota hingga perbaikan sarana prasarana masjid, pemberiaan beasiswa, dan lain-lain.
"Ada empat program prioritas yang dijalankan Bazis DKI yakni Jakarta Peduli, Jakarta Mandiri, Jakarta Beriman, dan Jakarta cerdas," kata Zahrul.
Selain Zahrul, diskusi menghadirkan Sekretaris Badan Amil Zakat Nasional (Basnas) H Jaja Jaelani, dan perwakilan Kanwil Agama DKI Jakarta HM Sholahi. Diskusi publik setiap hari Rabu ini adalah bagian dari agenda rutin KAHMI Jaya dalam upaya mensosialisasikan program pembangunan yang sedang dijalankan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Anies dan Sandiaga sendiri mendorong tahun ini Badan Amil Zakat dan Sedekah (Bazis) DKI Jakarta mampu meraih perolehan zakat hingga Rp 300 miliar. Sementara pada tahun 2017 pengumpulan dana dari masyarakat mencapai Rp192 miliar.
[dem]