Berita

Jokowi/Net

Politik

Prodem: Racun Kalajengking, Pesimisme Jokowi Genjot Pemasukan Negara

RABU, 02 MEI 2018 | 22:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Pidato yang menyinggung soal racun kalajengking menunjukkan bahwa Presiden Joko Widodo sudah pesimis dengan sumber pendapatan yang ada.

Demikian disampaikan Wakil Sekjend Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) Sya'roni kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (2/5).

"Sumber pemasukan konvensional misalnya pajak, lifting minyak, ekspor dan bahkan utang sudah digenjot secara maksimal tetapi nyatanya masih jauh dari harapan. Maka dengan latar belakang sebagai pengusaha, Jokowi ingin berpikir "out of the box" dan hasilnya adalah racun kalajengking," kata dia.


Dari pandangan umum, sebut Sya'roni, ide Jokowi tersebut menunjukkan sikap pesimistis karena sebagai presiden sempet-sempatnya berpikir di luar nalar kebanyakan.

Namun dari sisi pengusaha, ide Jokowi bisa dipandang sebagai gagasan brilian sebagai jawaban untuk menutup defisit keuangan negara.

"Bisa dibayangkan jika seluruh provinsi berternak kalajengking. Indonesia akan tampil sebagai eksportir racun kalajengking terbesar di dunia," selorohnya.

Sementara dari sisi struktural pemerintahan, pidato Jokowi merupakan tamparan keras buat jajaran tim ekonomi karena tidak mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi. Sehingga selevel Presiden harus mengutarakan ide tidak wajar sebagai solusi untuk meningkatkan pemasukan.

"Karena sebelum ini presiden sudah mengeluhkan ekspor dan lifting minyak yang tidak naik. Bahkan presiden juga mengancam menutup booth-booth pameran perdagangan Indonesia karena tidak ada dampaknya bagi ekspor Indonesia," tukas Sya'roni yang juga Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima).

Diberitakan sebelumnya Jokowi melontarkan tips cepat kaya dengan memelihara kalajengking. Hal itu disampaikan Jokowi di acara Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrembangnas) dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4).

Dalam pidatonya Jokowi memaparkan tentang komoditas yang paling mahal di dunia bukan emas, melainkan bisa kalajengking. Kata dia, bisa kalajengking ini berharga 10, 5 juta dolar AS per liter atau jika dirupiahkan mencapai Rp 145 miliar per liter.

Atas alasan itu dia meminta kepala daerah untuk mengumpulkan racun kalajengking jika ingin kaya, ketimbang harus korupsi uang rakyat.

"Pak gubernur, pak bupati, pak walikota kalau mau kaya cari racun kalajengking," ucap Jokowi. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Digelar di JCC, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25

Jaksa Agung Rotasi 29 Jaksa Termasuk Dirdik Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05

Bawaslu Mulai Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2029

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00

Refly Harun Kawal Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:45

Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:43

OPM Pimpinan Kopitua Heluka Diduga Dalang Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39

Pemuda Jabar Peduli Gelar Santunan untuk Korban Pesta Rakyat Garut

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:36

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:32

Pakta Integritas Perempuan Bangsa Wujud Totalitas Besarkan PKB

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30

Wakapolri Ingatkan Perwira Remaja: Satu Tindakan Menyimpang Rusak Kepercayaan Polri

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:21

Selengkapnya