Berita

Gatot Nurmantyo (kanan) menjadi tamu Jaya Suprana dalam acara Jaya Suprana Show

Politik

Gatot Nurmantyo: Jangan Berpikir Kita Sudah Terbelah-belah

RABU, 02 MEI 2018 | 17:33 WIB | LAPORAN:

Publik harus teliti merespons insiden perundungan atas beberapa orang berbaju #DiaSibukKerja oleh kelompok berkaos #2019GantiPresiden. Insiden itu berlangsung di tengah ajang car free day (CFD) Jakarta, hari Minggu lalu (29/4).

Mantan Panglima TNI yang kini bakal calon presiden, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, mengatakan, insiden tersebut bisa lebih ditelusuri lewat video-video yang beredar. Dia pun membandingkan kejadian di CFD itu dengan tragedi pembagian sembako di kawasan Monas pada Sabtu lalu (28/4).

"Intimidasinya itu bagaimana mana. Kita kan bisa lihat yang sebenarnya bagaimana. Justru pembagian sembako itu yang sampai meninggal dunia kan, dua anak meninggal, itu yang harus diusut, siapa penyelenggaranya, kenapa bisa kejadian seperti itu," ujar Gatot, usai rekaman untuk Jaya Suprana Show di Kelapa Gading, Jakarta, Rabu sore (2/5).


Ia mengatakan, insiden di CFD hari Minggu lalu dapat ditelusuri lewat video yang beredar di publik. Kalau betul terjadi pelanggaran hukum maka kepolisian mesti bertindak.  

"Apakah benar persekusi atau bagaimana? Jangan sampai nanti orang menyangka itu benar persekusi. Tapi kalau memang salah, kan kita punya proses hukum. Ya, lakukan sesuai proses hukum secara terbuka," jelas eks Panglima TNI ini.

Gatot meminta publik tidak menyalahkan aparat keamanan terkait insiden di CFD. Apalagi, insiden tersebut ada di luar dugaan.

"Kita tidak bisa menyalahkan aparat begitu saja. Itu CFD, adanya polisi wisata. Kejadian itu di luar dugaan," terangnya.

Gatot juga tak setuju bila insiden yang sudah dilaporkan ke kepolisian itu dianggap mencerminkan situasi masyarakat yang terpecah belah.

"Mari kita berpikir positif, aparat sudah berusaha semaksimal mungkin. Kita juga jangan terprovokasi, jangan berpikir kita sudah terbelah-belah," tegas Gatot. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya