Berita

Jokowi/Net

Politik

Ternak Kalajengking, Cara Jokowi Alihkan Isu

RABU, 02 MEI 2018 | 17:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar berternak kalajengking jika ingin cepat kaya dinilai sebagai salah satu cara untuk mengalihkan isu yang menyudutkannya, yang kini tengah merebak.

"Soal ternak kalajengking merupakan trik Jokowi mengalihkan isu dari segudang masalah yang sedang menghimpitnya," kata pengamat politik Amir Hamzah kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/5).

Dikatakan Amir Hamzah, sederet masalah yang sedang dihadapi Jokowi diantaranya makin masifnya tagar Ganti Presiden 2019 dan kontroversi merebaknya tenaga kerja asing (TKA), khususnya dari Tiongkok.


"Masalah TKA Tiongkok harusnya Jokowi jelaskan kepada publik.  Karena diduga ada perjanjian khusus Jokowi dengan pemerintah Tiongkok," ujar Amir.

Diberitakan sebelumnya Jokowi melontarkan tips cepat kaya dengan memelihara kalajengking. Hal itu disampaikan Jokowi di acara Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrembangnas) dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4).

Dalam pidatonya Jokowi memaparkan tentang komoditas yang paling mahal di dunia bukan emas, melainkan bisa kalajengking. Kata dia, bisa kalajengking ini berharga 10, 5 juta dolar AS per liter atau jika dirupiahkan mencapai Rp 145 miliar per liter.

Atas alasan itu dia meminta para kepala daerah untuk mengumpulkan racun kalajengking jika ingin kaya, ketimbang harus mengkorupsi uang rakyat.

"Pak gubernur, pak bupati, pak walikota kalau mau kaya cari racun kalajengking," ucap Jokowi.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya