Berita

Ilustrasi/net

Politik

Soal Racun Kalajengking, Jokowi Jangan Lepas Tanggung Jawab

RABU, 02 MEI 2018 | 16:55 WIB | LAPORAN:

. Saran Presiden Joko Widodo saat membubka acara Musrenbangnas di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4), mengundang rasa penasaran banyak orang.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyinggung soal budidaya racun kalajengking yang nilainya lebih mahal ketimbang emas sekalipun. Racun kalajengking dapat menghasilkan pemasukan 10,5 juta dolar AS atau setara Rp 145 miliar per liternya.

"Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Walikota kalau mau kaya cari racun kalajengking," ucap Jokowi.


Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, menanggapi serius saran dari Jokowi itu.

Menurut dia, ide Jokowi itu adalah konsep yang menguntungkan. Jokowi melihat peluang bisnis yang besar dari bisa kalajengking tersebut.

"Saya kira ini peluang ekonomi tapi tidak terlepas dari peran pemerintah termasuk, katakanlah penyuluhan dari dinas-dinas pertanian dari dinas-dinas di seluruh Indonesia agar budidaya dapat terbaik dan bermutu dan yang tidak berbahaya bagi manusia serta menguntungkan," ujar Emrus saat dihubungi sesaat lalu, Rabu (2/5).

Namun ia meminta Presiden Jokowi tidak lepas tangan. Karena sudah didengungkan presiden maka pemerintah harus memfasilitasi masyarakat agar budidaya racun kalajengking dapat diaplikasikan masyarakat. Bahkan, berpotensi menaikkan pendapatan negara dari ekspor.

"Saya kira ini motivasi. Selama ini kalajengking sebagai lahan busuk ternyata menjanjikan sebagai bisnis baru. Kalau ini benar bisnis, saya harap pemerintah bisa fasilitasi (budidaya). Bisa menambah ekspor dan menambah kesejahteraan rakyat," kata Emrus. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya