Berita

Foto: Net

Politik

FSP BUMN Bersatu: Sekber Garuda Harus Hati-Hati Suarakan Kepentingan Pekerja

RABU, 02 MEI 2018 | 14:16 WIB | LAPORAN:

Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu menyayangkan rencana mogok kerja karyawan Garuda Indonesia yang dimotori Sekber Garuda.

Sekretaris Jenderal FSP BUMN Bersatu, Tri Sasono menilai rencana aksi yang mempermasalahkan susunan direksi hasil  RUPS  PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pada Sabtu (19/4) lalu, itu kurang tepat sasaran.

"Hakekatnya serikat pekerja itu harus memperjuangkan domain kesejahteraan pekerja dan kalau di BUMN lebih spesifik menjaga agar BUMN memiliki keberlangsungan bisnis yang menjanjikan sebagai perusahaan pelat merah yang memiliki daya saing yang kompetitif," tegas Tri Sasono dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/5).


Tri menuturkan, banyak yang menduga aksi tersebut ditunggangi oleh pihak-pihak yang ingin mengambil kepentingan dari kisruh internal yang dialami maskapai Garuda.

Pada dasarnya, lanjut dia,  visi dan perspektif membangun kinerja perusahaan yang baik yang disuarakan serikat bersama tersebut merupakan hal yang patut diamini.

Namun, ketika upaya aspirasi tersebut yang dicanangkan melalui agenda mogok kerja berdampak pada ketidakstabilan kondisi operasional perusahaan tentunya menjadi hal yang serius perlu didiskusikan. Apalagi jika ini menyangkut hajat konsumen Garuda Indonesia.

"Apakah kemudian menjadi ideal mengukur kualitas kinerja manajemen yang baru terpilih?" tanyanya.

Ia percaya serikat pekerja adalah "orang dalam" yang tentunya sudah pintar berhitung potensi kerugian seperti yang akan dialami perusahaan ketika indikasi tekanan dan ultimatum mogok kerja disuarakan.

"Rasanya kita kemudian kembali harus berpikir keras untuk menerka motif rekan rekan serikat pekerja dan APG tersebut," terangnya.

"Jika memang yang mereka perjuangkan adalah keberlangsungan operasional perusahaan, justru melalui aksi yang mereka canangkan akan mencederai hal-hal yang mereka perjuangkan," imbuh Tri.

Menurut dia, Sekarga dan APG harus berhati hati dalam menyuarakan kepentingan pekerja di Garuda.

"Masih ada jalan yaitu dengan mediasi misalnya, serta memberikan masukan-masukan yang berupa kritik membangun untuk kemajuan Garuda tentunya dengan tetap mengedepankan komitmen kebersamaan untuk Garuda Indonesia yang lebih baik," tukasnya.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya