Berita

Mahathir Mohamad/CNA

Dunia

Mahathir Mohamad: Kesalahan Terbesar Saya Dukung Nadjib Razak

RABU, 02 MEI 2018 | 09:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan perdana menteri dan pemimpin oposisi Malaysia saat ini, Dr Mahathir Mohamad, meminta maaf kepada orang banyak di sebuah kampanye di Kuala Lumpur pekan ini (Selasa, 1/5).

Mahathir mengatakan bahwa dia bertanggung jawab atas kenaikan Perdana Menteri Najib Razak ke tampuk kekuasaan.

"Kesalahan terbesar yang saya buat dalam hidup saya adalah memilih Najib," katanya kepada kerumunan massa.


"Ladies and gentleman, saya ingin memperbaiki kesalahan ini jadi saya mencoba yang terbaik," sambungnya seperti dimuat Channel News Asia.

Mahathir sendiri diketahui meninggalkan partai berkuasa terbesar, Organisasi Nasional Bersatu Melayu (UMNO), pada 2016 dan memulai sendiri, Parti Pribumi Bersatu Malaysia. Dia sekarang mencalonkan diri di kursi parlemen Langkawi di negara bagian Kedah, sebagai bagian dari rencana untuk mengembalikannya ke kantor perdana menteri. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya