Berita

Buruh/Net

Politik

Pemerintah Dan Oposisi Ngarep Suara Buruh

RABU, 02 MEI 2018 | 07:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko di peringatan Hari Buruh atau May Day dirasa menggelitik.

Dalam May Day kemarin, buruh kompak menyuarakan agar Peraturan Presiden (Perpres) 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) dihapus. Sebab, peraturan tersebut telah memperkecil peluang tenaga kerja lokal untuk bisa mendapat kesempatan kerja.

Namun bagi Moeldoko perpres tersebut justru bertujuan untuk melindungi tenaga kerja di Indonesia. Hanya saja perpres keluar di waktu yang tidak tepat, yaitu di tahun politik.


Moeldoko bahkan menegaskan bahwa pemerintah akan selalu beriringan dalam barisan buruh dalam setiap kebijakan yang diambil.

"Pemerintah bersama buruh! Itu komitmen kita," kata Moeldoko di Istana Merdeka, Selasa (1/5).

Pernyataan ini dinilai menggelitik bagi pengamat politik dari Universitas Paramadina, Handri Satrio. Sebab, pernyataan Moeldoko ini menyiratkan, baik pemerintah maupun oposisi sama-sama menginginkan atau ngarep suara dari buruh.

"Kata Moeldoko di Hari Buruh: Pemerintah bersama buruh hahahahaha. Nggak ada bedanya pemerintah dengan oposisi, sama-sama mau suara buruh," tukasnya di akun Twitter @satriohendri.

Sementara di pihak oposisi, puluhan ribu buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendeklarasikan Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon presiden untuk Pilpres 2019.

Selain itu, oposisi juga menggunakan isu Perpres 20/2018 untuk mendapatkan simpati dari buruh. Apalagi banyak masyarakat yang mulai khawatir dengan kedatangan pekerja asing. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya