Berita

Andi Arief/Net

Politik

Demokrat: Pemilu Serentak Rugikan Petahana Presiden

RABU, 02 MEI 2018 | 07:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemilu legislatif dan presiden yang digelar secara bersamaan perlu ditinjau ulang. Sebab, pemilu yang digelar serentak ini akan merugikan presiden yang sedang menjabat atau petahana.

Begitu kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Demokrat Andi Arief dalam akun Facebook pribadinya, Rabu (2/5).

"Pemilu saat ini merugikan presiden yang sedang menjabat, karena konsentrasi kerja terganggu dan bisa tidak menuntaskan banyak program,"  ujarnya.


Dia kemudian menguraikan, presiden yang baru menjabat 3,5 tahun harus hilang konsentrasi bekerja karena disibukkan dengan tahapan pilpres dan kampanye.

Kata Andi, pemilu serentak ini juga merugikan bagi parpol. Ini lantaran 3,5 tahun merupakan waktu yang pendek bagi para kandidat legislatif dan parpol untuk mempersiapkan diri.

“Konsolidasi internal memerlukan waktu minimal 4 sampai 4,5 tahun. Apalagi kalau bersungguh-sungguh mengunjungi rakyat di negara kita yang luas,” tuturnya.

Lebih lanjut, Andi juga menyoroti keadaan bipolar yang tengah terjadi di Indonesia. Potensi konflik bahkan cukup tinggi di dua dunia, yakni dunia nyata dan dunia maya.

“Politik berubah menjadi sesuatu yang menyeramkan. Seninya makin pudar kadang sulit dinalar,” sambungnya.

Untuk itu, dia mengajak bangsa Indonesia untuk kembali pada pemilu terpisah yang sudah digelar sejak 2004. Jikapun ada alasan pemilu saat ini sudah berdasar putusan MK dan tetap harus dijalani, maka harus dipikirkan cara mengubah aturan untuk kepentingan hidup bersama yang lebih normal.

"Pemilu 2024 perlu dipikirkan untuk kembali tidak berbarengan," tukasnya. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya