Berita

Henry Saragih/Net

Politik

May Day, Jalankan Reforma Agraria Sesungguhnya

RABU, 02 MEI 2018 | 05:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Serikat Petani Indonesia (SPI) menyerukan dihentikannya penghisapan dan penindasan yang masih saja terus terjadi baik pada dunia usaha industri, jasa dan pertanian, di kota maupun di desa.

Demikian disampaikan Ketua Umum SPI Henry Saragih memperingati Hari Buruh Internasional alias May Day yang dirayakan pada 1 Mei.

Henry mengatakan, saat ini kondisi kehidupan buruh semakin buruk. Dalam hal pangan misalnya, buruh menjadi pihak yang paling rentan dalam sistem pangan dunia.


"Fluktuasi pasar berikut harga pangan yang tinggi akibat dari mekanisme pasar bebas telah membuat para buruh kesulitan untuk memenuhi pangan pada dirinya dan keluarganya," kata dia dalam keterangannya, Rabu (2/5).

Henry melanjutkan, model pembangunan pertanian dan pedesaan yang kapital neoliberal dan berorientasi ekspor telah menggusur keluarga petani dari dunia pertanian.

"Petani migrasi dari desa ke kota, atau keluar negeri menjadi buruh. Keluarga petani telah tergusur oleh korporatisasi pertanian dan pedesaan. Hal itu dapat dilihat dari menurutnya jumlah keluarga petani sebanyak 5,04 juta keluarga tani dari 31,17 juta keluarga per tahun 2003 menjadi 26,13 juta keluarga per tahun 2013. Artinya jumlah keluarga tani susut rata-rata 500.000 rumah tangga per tahun, dan berkembangnya korporasi-korporasi pertanian," paparnya.

"Jadi kondisi sekarang bukannya mengakhiri sistem pertanian perkebunan yang diwarisi sejak jaman kolonial, dimana menunjukkan penghisapannya dan penindasannya, namun justru meneruskan sistem yang tak berprikemanusiaan tersebut," sambung Hendry.

Dia melanjutkan, upaya-upaya yang dilakukan pemerintah sekarang belum menunjukkan suatu kemajuan yang berarti. Reforma agraria yang tujuannya menegakkan keadilan agraria belum terwujud. Adidaya korporasi pertanian perkebunan masih saja tak tergoyahkan. Rencana distribusi tanah melalui reforma agraria membagikan tanah 9 juta hektar dan 12,7 juta hektar areal kehutanan belum berjalan. Sebaliknya sistem pertanian yang membuat petani semakin termarginalkan terus saja berlangsung.

"Karena itu di Hari Buruh Internasional ini kami dari SPI menyerukan kepada pemerintah untuk menghentikan segala bentuk sistem kerja yang melanggengkan penghisapan pada buruh, segera mengakhiri sistem pertanian perburuhan, bangun pertanian yang diurus oleh keluarga petani. Petani harus menjadi tuan di atas tanahnya bukan menjadi buruh kuli," imbuhnya.

Ditambahkan, SPI juga menyerukan pemerintah untuk segera melaksanakan reforma agraria memastikan orang-orang yang tak bertanah atau buruh-buruh pertanian dan perkebunan menjadi petani. Pemerintah juga harus membangun sistem pertanian agroekologis yang mencegah terjadinya perburuhan dan membangun kedaulatan pangan, membangun koperasi-koperasi pertanian bukan korporasi pertanian. Serta meninjau kembali atau keluar dari segala bentuk perjanjian liberalisasi perdagangan dan investasi yang melanggengkan penindasan perburuhan dan kaum tani.

"Selanjutnya saya juga mengajak semua pihak untuk menyambut kehadiran Deklarasi Internasional Hak Asasi Petani dan Orang-Orang yang Bekerja di Pedesaan menjadi deklarasi PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa) tahun ini, sebagai upaya mencegah terjadinya migrasi orang desa ke kota dan luar negeri, mempetanikan kembali para buruh dan orang-orang tak bertanah, dan menjamin ketersediaan pangan untuk semua orang,," demikian Henry Saragih. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya