Berita

Rizal Ramli/Repro

Politik

Ternyata, Hanya Dua Negara Afrika Dan Indonesia Yang Gunakan Definisi Kerja Ini

RABU, 02 MEI 2018 | 01:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Jumlah pengangguran di Indonesia disebutkan relatif sedikit karena definisi yang digunakan untuk menentukan seseorang bekerja atau menganggur sangat rendah.

Hal itu disampaikan ekonom senior DR. Rizal Ramli dalam Indonesian Lawyer Club (ILC), Selasa malam (1/5).

Menurut Rizal, daripada memberikan lapangan kerja yang ada untuk temaga kerja asing (TKA), seharusnya pemerintah menambah lapangan pekerjaan dan memberikan prioritas kepada warganegara Indonesia untuk bekerja di tanah air.  


"Kalau kita kaji dari 12 juta buruh hari ini, (disebutkan) 20 persen lebih bekerja separuh waktu, dan 7,6 persen setengah menganggur. Itu kalau kita menggunakan standar yang sangat rendah. Definisi bekerja BPS adalah: apakah Anda bekerja minggu yang lalu selama satu jam," kata Rizal Ramli.

Menurut Rizal Ramli, definisi atau indikator kerja ini sangat rendah. Apabila musim panen tiba, sudah barang tentu banyak orang yang bekerja.

"Tidak ada negara di dunia, kecuali dua negara di Afrika dan kita (Indonesia) yang menggunakan standar bekerja hanya satu jam per minggu," kata dia lagi.

Lantas, bagaimana definisi yang lebih tepat untuk menentukan seseorang bekerja atau menganggur?

"Seharusnya 20 jam per minggu," demikian Rizal Ramli.

Menurut dia, untuk mendorong pertumbuhan jumlah lapangan kerja dan tenaga kerja, pemerintah perlu meningkatkan target pertumbuhan ekonomi menjadi 10 persen, atau dua kali target pertumbuhan ekonomi saat ini. [dem]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya