Berita

Politik

Presiden KSPI Malah Peringatkan Komisioner Bawaslu Tak Urusi May Day

SELASA, 01 MEI 2018 | 19:18 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal tak mengindahkan imbauan komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar bahwa tidak boleh ada kampenye dalam perayaan Hari Buruh Sedunia.

Dalam perayaan May Day di Istora Senayan, terselip aksi deklarasi dukungan kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto untuk maju menjadi calon presiden dalam Pilpres 2019. Said Iqbal malah mengingatkan Fritz tidak bermain politik.

"Saya lupa namanya, tolong diingatkan melalui media jangan bermain politik dengan buruh ya. Buruh itu orang kecil, buruh itu hanya berfikir tentang bagaimana perjuangan nasibnya bisa diperhatikan oleh negara, oleh pemerintah," ujar Said Iqbal di Istora Senayan, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (1/5).


Said mengatakan apa yang dilakukan para buruh sebagai hal yang wajar. Dimana buruh yang masih bagian warga negara Indonesia dapat menyuarakan pendapatnya termasuk mengungkapkan presiden yang diingingkannya.

"Tahun 2019 adalah tahun dimana secara konstitusional kita boleh memilih seorang presiden dan tidak ada larangan. Buruh adalah warga negara yang menyampaikan sikap terhadap keputusan dan sikap politiknya," lanjutnya.

Ia pun mengingatkan Fritz untuk tidak ikut campur dalam perayaan May Day daripada menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan.

"Kami berpesan pada seseorang Bawaslu itu jangan main politik, nanti malah ada reaksi balik dari kawan-kawan buruh. Saya nggak ada ancaman-ancaman apa-apa ya, jangan ada reaksi balik malah kacau menjadikan suasana gaduh," tukasnya.

Sehari sebelum perayaan May Day anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengimbau untuk tidak melakukan kegiatan kampanye baik Pilkada maupun Pemilu pada perayaan May Day. Sementara KSPI dalam perayaan buruh di Istora Senayan mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto. Prabowo hadir dalam deklarasi tersebut. Bahkan Prabowo menandatangani kontrak politik dengan para buruh.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya