Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

BaraJP Deklarasi "Jokowi Lagi"

SELASA, 01 MEI 2018 | 18:26 WIB | LAPORAN:

Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) DKI Jakarta yang tampil dengan slogan “Jokowi Lagi” meminta masyarakat untuk menghargai perbedaan pilihan. Sikap demokratis hendaknya menyatu dengan sikap sepakat berbeda pendapat.

"Kalau ada sekelompok orang mencemooh orang lain hanya karena berbeda pilihan, sungguh disayangkan. Apalagi kalau yang dicemooh adalah seorang ibu-ibu dengan anaknya. Menyedihkan,” ujar Ketua BaraJP DKI Feber Suhendra dalam deklarasi “Jokowi Lagi” di Jakarta, Selasa (1/5).

Dihadiri ratusan massa di depan Taman Ismail Marzuki (TIM) dengan latar belakang tulisan dalam spanduk "Jokowi Lagi,” Feber mengatakan, kalau perbedaan pilihan tidak dihargai, maka masyarakat akan terkotak-kotak dengan bibit permusuhan laksana api dalam sekam. Kondisi seperti ini tidak sehat, membuat masyarakat jadi sakit.


"Kalau ada pendukung Jokowi yang tidak menghargai perbedaan pilihan, maka kami sendiri yang akan menegur. Tetapi kami yakin, pendukung 'Jokowi Lagi' mempunyai sikap demokrasi yang positif dan dewasa. Ciri khas kami adalah kesantunan dan kedewasaan,” ujarnya.

BaraJP DKI Jakarta menyatakan salut untuk Susi Ferawari, yang dengan tegar menghadapi para pencemooh pada saat car free day (CFD) di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI) Minggu (29/4). Susi Ferawati dengan tegas menyatakan tidak takut, sebab ia memang yakin dengan pilihannya.

Sikap berani menyatakan pilihan dengan santun sebagaimana yang ditunjukkan Susi Ferawati, hendaknya ditiru masyarakat. Kita harus sepakat berbeda pendapat atau berbeda pilihan, menghargai pilihan atau keyakinan orang lain, kata Feber Suhendra.

Wakil Sekretaris Jenderal BaraJP Yayong Waryono mengatakan, pilihan “Jokowi Lagi” oleh BaraJP, sesungguhnya adalah cerminan keinginan masyarakat. Hasil survei terakhir 72,4% masyarakat menyatakan puas atas kinerja Jokowi.

Hal ini bukan sesuatu yang tiba-tiba, tetapi akumulasi prestasi Jokowi setelah memimpin Indonesia. Dengan keliling meninjau pembangunan di daerah, Jokowi memastikan pembangunan dilaksanakan sesuai rencana, demi kepentingan orang banyak.

Sejak awal pemerintahan, Jokowi siap untuk tidak populer dengan memotong subsidi bahan bakar minyak (BBM), dialihkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur. Hasilnya sudah dirasakan masyarakat banyak, sehingga tidak heran jika mayoritas rakyat menyatakan puas, kata Yayong. [sam]
 
 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya