Berita

Politik

Pekerja Muslim: Megawati Mengebiri, Jokowi Memperparah

SELASA, 01 MEI 2018 | 17:33 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) menilai kepemimpinan Presiden Joko Widodo empat tahun terakhir tak jauh beda dengan kepemimpinan Megawati Soekarnoputri periode 2001-2004.

“Hari ini adalah rezim berlanjut, dulu Megawati menerbitkan UU 13/2003 yang mengebiri para buruh. Hari ini dilanjutkan oleh juniornya, Jokowi yang memperparah keadaan saat ini,” terang Ketua PPMI, Wahidin, di tengah demonstrasi di depan Istana Negara, Jakarta, Selasa, (1/5).

Menurutnya, Peraturan Pemerintah (PP) 78/2015 tentang Pengupahan yang diteken Jokowi mengakibatkan penurunan upah buruh di seluruh Indonesia.


Situasi itu diperparah dengan Perpres 20/2018 tentang tenaga kerja asing (TKA) yang dianggap membuka pintu masuk TKA lebih lebar lagi.

"Masya Allah, Jokowi ini janji akan melahirkan 10 juta lapangan pekerjaan ternyata untuk asing bukan untuk Indonesia," sindir Wahidin.

Sambung Wahidin, dampak Perpres itu akan sangat luar biasa terhadap TKI di luar negeri dan pekerja lokal di Indonesia. Akibatnya, kecemburuan sosial terjadi di mana-mana dan selanjutnya memicu perlawanan.

"Ironis sekali nasib buruh Indonesia ini. Daya beli semakin menurun, upah tidak pernah naik. Kami akan lawan ini," tekannya. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya