Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jutaan Orang Di India Masih Hidup Tanpa Listrik

SELASA, 01 MEI 2018 | 13:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah India mengklaim telah mendapat pencapaian untuk pemerataan listrik.

Setiap dari 600.000 desa di negara itu sekarang memiliki akses ke listrik.

"Kami memenuhi komitmen karena kehidupan beberapa orang India akan berubah selamanya," kata Perdana Menteri Narendra Modi di akun Twitternya.


"Saya senang bahwa setiap desa di India sekarang memiliki akses ke listrik," sambungnya.

Namun sejumlah ahli menyebut bahwa saat ini masih ada jutaan orang India yang hidup tanpa listrik.

"Kenyataannya, sebagian besar penduduk masih tidak memiliki akses yang dapat diandalkan terhadap kekuasaan," kata Shilan Shah, seorang ekonom senior India di Capital Economics.

"Bagi mereka yang terhubung, ada juga masalah keandalan pasokan yang signifikan," sambungnya seperti dimuat CNN.

Pemerintah India sendiri mengklaim bahwa 18.000 desa telah terhubung dengan listrik selama tiga tahun terakhir.

Namun menurut Badan Energi Internasional, hampir 240 juta orang India kekurangan akses listrik pada tahun 2017. Satu dari setiap lima orang di seluruh dunia tanpa akses ke kehidupan listrik di India.

Abhishek Jain, peneliti senior di Dewan think tank Energi, Lingkungan dan Air, mengatakan bahwa kondisi di desa tidak berubah meskipun ada pengumuman pemerintah.

"Itu tidak mengubah kehidupan material di tanah secara signifikan," kata Jain.

"Itu tidak berarti bahwa rumah tangga terhubung, dan hanya memiliki koneksi, tidak berarti Anda mendapatkan pasokan yang baik," sambungnya. [mel]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya