Berita

Telegram/Net

Dunia

Dianggap Surga Bagi Teroris, Iran Resmi Larang Telegram

SELASA, 01 MEI 2018 | 13:20 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pengadilan Iran resmi mengeluarkan larangan total pada Telegram menyusul permintaan dari layanan keamanan awal pekan ini.

Pengadilan Iran berpendapat bahwa aplikasi pesan terenkripsi itu telah menjadi tempat aman bagi sel-sel teroris.

"Menimbang berbagai keluhan terhadap aplikasi jejaring sosial Telegram oleh warga Iran dan berdasarkan permintaan organisasi keamanan untuk menghadapi kegiatan ilegal Telegram, peradilan telah melarang penggunaannya di Iran," kata keputusan itu, seperti dimuat Russia Today.


"Semua penyedia internet di Iran harus mengambil langkah-langkah untuk memblokir situs web dan aplikasi Telegram pada 30 April," sambung keputusan yang sama.

Dikatakan bahwa aplikasi perpesanan itu juga menjadi tempat yang aman bagi para pelaku kejahatan lainnya, mulai dari hasutan kebencian hingga menyebarkan informasi palsu, melakukan propaganda terhadap Iran dan mendistribusikan pornografi. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya